SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dalam dunia pendidikan, ada istilah tiga dosa besar yang merupakan permasalahan serius yang mengancam keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan peserta didik di lingkungan sekolah.
Ketiganya adalah kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Tiga dosa ini merupakan masalah yang tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga membahayakan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, dibutuhkan cara untuk menghindarinya.
Dalam upaya menjaga suasana yang nyaman di lingkungan sekolah itulah, SMA Negeri 5 Semarang menggandeng Payung Jiwa Psikologi Center untuk mengadakan edukasi Mental Health Awareness bagi para siswanya di sekolah tersebut, Selasa-Rabu, 10-11 Juni 2025.
Baca juga: USM MoU dengan SMA/SMK, Rektor: Kami Siap Dukung Program Strategis Kota Semarang
Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi. Di sesi pertama materi yang disampaikan oleh Widya Ayu SPsi MH yang juga seorang penulis buku Stop dan Cegah Bullying Sejak Dini ini mengangkat tema tentang "Self Management dan Cegah Bullying Sejak Dini".
Sedangkan i sesi kedua materi yang dibuat oleh Veti Aristi MPsi Psikolog mengusung tajuk tentang "Cinta yang Sehat untuk Mental yang Kuat".
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan mental, mencegah terjadinya bullying di sekolah serta pengenalan cara penanganan terhadap korban perundungan.
Tujuan yang lain adalah untuk membekali siswa tentang kemampuan manajemen diri agar dapat memiliki self happiness, dengan demikian akan tercipta suasana saling mengasihi dan menghormati.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 10 Juni untuk kelas X-1 - X-12 dan 11 Juni untuk kelas XI-1 - XI-12. Peserta keseluruhan ada 864 siswa.
Payung Jiwa bersama tim yang berjumlah 13 orang edukator dari Mahasiswa Psikologi Undip dan Unika. Semua siswa SMA Negeri 5 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, terlihat di setiap kelas kegiatan edukasi ini berlangsung penuh interaktif dan having fun.
Baca juga: Warga Magelang Hilang di Sungai Progo saat Jala Ikan, Diduga Terseret Arus Deras
Fransiska Suryaning Pertiwi SKom MKom selaku Waka Kurikulum SMA Negeri 5 Semarang mengatakan, harapannya dengan diadakannya kegiatan ini akan lebih tercipta lingkungan sekolah yang positif dan bebas bully serta terbentuknya mental siswa yang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.
Pendidik yang biasa disapa bu Siska ini berpesan bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya seperti menjaga kesehatan fisik, oleh karenanya kesehatan mental sangat perlu kita rawat.
''Semoga semua siswa mendapatkan manfaat dari kegiatan ini untuk menjadi pribadi yang saling support satu sama lain sehingga tercipta iklim sekolah yang menyenangkan,'' tandasnya. (Aji)
