Helo Indonesia

Warga Kencana Loka Blok A-B Geruduk Proyek Yayasan Beth Shalom, Tuding Jadi Penyebab Banjir

Minggu, 6 Juli 2025 14:31
    Bagikan  
Warga Kencana Loka Blok A-B Geruduk Proyek Yayasan Beth Shalom, Tuding Jadi Penyebab Banjir
Foto: Heloindonesia

HELOINDONESIA.COM - Ketegangan terjadi antara warga Perumahan Kencana Loka BSD sektor 12-1 blok AB dengan pihak proyek pembangunan milik Yayasan Beth Shalom di Jalan  Kencana Loka, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/7/2025).

Puluhan warga melakukan aksi penutupan akses jalan menuju lokasi proyek dengan menumpuk material batu dan kayu sebagai bentuk protes. Aksi itu dipicu oleh banjir yang melanda kawasan perumahan mereka, yang menurut warga, disebabkan oleh proyek yang tengah berjalan di sisi perumahan.

Namun tidak lama setelah aksi tersebut, alat berat dari pihak proyek membongkar blokade warga secara sepihak. Tindakan itu memicu kemarahan warga yang kembali menutup akses jalan dengan material yang sama, bahkan dengan jumlah lebih banyak.

Baca juga: Abdul Syukur Center Gelar Donor Darah ke-21 di Kota Tangerang, Tembus 120 Kantong Darah

“Kami tutup kembali, karena ini bentuk protes kami atas dampak proyek yang merugikan warga,” ujar salah satu warga di lokasi.

Warga juga menyayangkan kehadiran beberapa personel berseragam TNI yang disebut-sebut dikirim oleh pihak proyek. Meski begitu, pengurus lingkungan menyatakan tidak gentar dan akan melanjutkan aksi penutupan jalan hingga ada tanggapan dan solusi dari pihak pengembang.

Ketua RW 06, Rocky, menegaskan bahwa warga tidak menolak pembangunan, namun menuntut pelaksanaan proyek yang sesuai aturan dan tidak merugikan warga sekitar.

“Kami hanya meminta pekerjaan proyek dijalankan dengan baik. Harus ada izin yang jelas dan dampak lingkungan yang diperhatikan, terutama soal drainase,” ungkap Rocky.

Baca juga: Bintang FC Pasar Banggi Rembang Juarai Soekarno Cup U-15

Ia menambahkan, banjir yang melanda perumahan terjadi sebanyak dua kali dalam waktu dekat akibat aliran air dari proyek yang tidak ditangani dengan sistem drainase memadai.

“Air langsung mengalir ke perumahan yang lebih rendah. Banyak rumah warga yang kemasukan air. Ini tentu sangat merugikan kami,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Beth Shalom belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik proyek, namun hanya mendapati sejumlah pekerja di lokasi.