Helo Indonesia

Wali Kota Semarang Jadikan Tambakrejo sebagai Lokasi Ekowisata Mangrove

Minggu, 13 Juli 2025 19:12
    Bagikan  
Wali Kota Semarang Jadikan Tambakrejo sebagai Lokasi Ekowisata Mangrove

Wali kota Semarang Agustina saat meninjau Tambakrejo yang siap dijadikan area ekowisata mangrove

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata berbasis lingkungan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni menjadikan wilayah Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang sebagai lokasi ekowisata mangrove.

"Saya melihat potensi penanaman mangrove di sini bisa dikembangkan lagi menjadi destinasi ekowisata mangrove," kata Agustina usai melakukan tinjauan ke Tambakrejo pada Sabtu 12 Juli 2025.

Baca juga: Mamun Murod Al-Basbasy: IMM Harus Jadi Pemain di Ruang Strategis Bangsa

Menurut wali kota, pengembangan objek wisata ini dilandasi oleh dua pertimbangan. Pertama, potensi peningkatan perekonomian masyarakat pesisir, dan yang kedua sebagai langkah proaktif dalam melestarikan ekosistem pesisir pantai, terutama dari ancaman abrasi pantai yang semakin nyata.

"Ekowisata mangrove ini bisa menjadi daya tarik baru sehingga tidak hanya menjaga lingkungan yang berkelanjutan, melainkan pengunjung bisa menikmati spot-spot menarik dan mengungkit perekonomian masyarakat," ucapnya.

Keseriusan Agustina dalam mewujudkan pengembangan ekowisata mangrove di Tambakrejo ini dibuktikan dengan meminta berbagai instansi seperti kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah terkait untuk segera menyusun masterplan lokasi wisata tersebut dengan tetap memperhatikan analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan agar peruntukan ruang yang dihasilkan dapat efisien dan optimal.

"Setelah semua siap dan lengkap, pada tahun 2026 Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang akan mendukung dalam bentuk penganggaran kali pertama, selebihnya wisata mangrove akan dikelola oleh masyarakat," imbuhnya.

Baca juga: Edukasi Keamanan Pangan bagi Masyarakat, BBPOM dan DPR RI Gelar KIE di Rembang

Disinggung soal konsep pengembangan wisata yang sedang direncanakannya, Agustina menyampaikan mengedapankan konsep rembugan, menekankan untuk mengedepankan kebersamaan dalam pengambilan keputusan.

"Saya tidak bisa memutuskan (konsepnya), justru lebih bagus kalau membangun bersama, melibatkan dan memberdayakan masyarakat itu sendiri. Jadi masyarakat maunya apa, opportunity-nya apa saja sehingga mereka merasa ikut terlibat dan semua diselesaikan oleh stakeholder yang ada di sini," katanya.

Pelestarian
Wali kota mengaku telah ada asosiasi lain yang memiliki program yang sejalan dengan Pemkot Semarang dalam hal pelestarian lingkungan hidup, khususnya di pesisir pantai. Menurutnya kolaborasi menjadi hal penting agar perkembangan wisata mangrove ini terus berkelanjutan.

"Rotary Club dan Keuskupan Agung Semarang juga punya program yang sama. Ini juga harus seiring, selaras, jadi tidak sendiri-sendiri," pungkas Agustina.

Pengembangan objek ekowisata mangrove di Tambakrejo ini menjadi contoh pemanfaatan potensi alam yang dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Aji)