DEPOK, HELOINDONESIA.COM - Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 10–12 Juli 2025 di Balai PPSDM Kemendikdasmen, Serua, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Salah satu sesi dalam rakornas yang paling menggugah adalah Dialog Antar Generasi bertajuk “Menjaga Independensi IMM sebagai Gerakan Mahasiswa.” Forum ini menjadi ruang kritis para alumni menyampaikan refleksi dan keprihatinan atas arah gerakan IMM hari ini.
Baca juga: Fokal IMM Bukan Forum Nostalgia, tapi Momentum Satukan Energi Kader dan Alumni
Ahmad Rofiq, ST (Ketua Umum DPP IMM 2003–2006), secara gamblang menyebut bahwa IMM sedang mengalami disorientasi ideologis.
“Adik-adik kita perlu ‘dirukyah’ secara ideologis dan intelektual. IMM hari ini lebih sibuk dengan simbolisme daripada strategi gerakan,” ujarnya. Ia menyayangkan munculnya video DPP IMM menyambut tokoh politik dengan nuansa yang dianggap "melacurkan ideologi".
Menurutnya, Fokal IMM tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia alumni, tetapi harus tampil sebagai pengarah masa depan IMM, termasuk mendorong kekuatan politik dan kemandirian kader di ranah publik.
Menanggapi hal itu, Prof Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy SSos MSi, ketua Umum PP Fokal IMM sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, menegaskan bahwa kritik tersebut bukan tanpa alasan.
“Kegelisahan itu nyata. Kita perlu menjawabnya dengan kerja-kerja konkret: pendataan alumni, penguatan jejaring, dan penyiapan kader memasuki ruang-ruang strategis—termasuk KPU 2027,” ungkap Ma’mun.
Ia menekankan pentingnya daya kritis IMM tetap hidup meskipun dekat dengan kekuasaan.
“Jangan sampai kader IMM hanya jadi pelengkap di lembaga negara. IMM harus punya kekuatan struktural dan independensi gerakan yang kuat,” tegasnya.
Lintas Generasi
Rakornas juga menjadi pengingat bahwa pembinaan karier kader IMM harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang, mencontoh langkah organisasi lain yang sistematis dalam menyiapkan pemimpin bangsa.
Baca juga: Edukasi Keamanan Pangan bagi Masyarakat, BBPOM dan DPR RI Gelar KIE di Rembang
Rakornas Fokal IMM 2025 menghadirkan para tokoh penting lintas generasi yang memperkuat semangat kolektif. Hadir dalam kesempatan tersebut: Ali Hardi Kyai Demak, pendiri IMM dan saksi sejarah gerakan sejak awal berdirinya.
Hadir juga, Prof Dr Yunan Yusuf, cendekiawan muslim sekaligus penulis tafsir tematik Muhammadiyah, para legislator, kepala daerah, rektor perguruan tinggi, serta pengusaha alumni IMM dari seluruh Indonesia.
Seluruh Ketua Pimpinan Wilayah Fokal IMM dari berbagai provinsi, dan tak kalah penting, Ketua PP Muhammadiyah, Dr Buya Anwar Abbas, yang hadir memberikan arahan kebangsaan dan dukungan moral. (Aji)
