LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Polres Mesuji melaksanakan patroli skala besar dan pengamanan ketat di area perkebunan PT Silva Inhutani, Rabu (20/8/2025). Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi konflik dengan kelompok masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Pribumi Mesuji Bersatu (MPMB).
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah pencegahan agar situasi tetap kondusif, mengingat isu sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat masih berpotensi memicu gesekan.
“Patroli dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya benturan antara MPMB dan pihak perusahaan. Kami mengerahkan sekitar 100 personel gabungan yang terdiri dari Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Intelkam, TNI, jajaran Polsek, personel Koramil Mesuji, serta petugas kehutanan KPH Mesuji,” ungkap Kapolres.
Firdaus menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan upaya dialog dan pencegahan. Ia mengimbau masyarakat untuk menyalurkan aspirasi melalui jalur resmi agar tidak menimbulkan keresahan.
“Kami berharap masyarakat dapat menyampaikan kepentingan atau tujuannya secara baik dan sesuai aturan hukum. Dengan begitu, suasana aman dan kondusif di Mesuji dapat terus terjaga,” katanya.
Latar Belakang Konflik
Persoalan lahan antara warga dengan PT Silva Inhutani sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejumlah warga yang tergabung dalam MPMB mengklaim bahwa sebagian lahan yang dikelola perusahaan merupakan tanah ulayat atau tanah garapan masyarakat sejak lama.
Sementara itu, perusahaan mengantongi izin resmi dari pemerintah sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). Situasi ini kerap memunculkan ketegangan, mulai dari aksi unjuk rasa hingga upaya pendudukan lahan oleh masyarakat.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan beberapa kali memfasilitasi mediasi, namun penyelesaian belum menemukan titik terang. Kondisi inilah yang membuat aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan agar konflik terbuka tidak kembali terjadi.
Upaya Pemerintah dan Aparat
Selain patroli skala besar, Polres Mesuji juga menyiapkan langkah persuasif melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak perusahaan. Harapannya, ada solusi damai yang bisa diterima kedua belah pihak tanpa harus mengorbankan keamanan.
“Mesuji pernah punya pengalaman kelam terkait konflik lahan. Karena itu, kami tidak ingin hal serupa terulang. Dialog, mediasi, dan musyawarah adalah jalan terbaik,” tutup AKBP Firdaus.(Aan S)
