LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Para pelajar SMAN 1 dan SMPN 2 di Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, harus mempertaruhkan nyawa setiap kali berangkat dan pulang sekolah.
Mereka terpaksa meniti seutas jembatan gantung yang sudah rusak parah dan sewaktu-waktu bisa ambruk ke sungai.
Setiap kali hujan turun, risiko semakin besar. Lantai jembatan licin, sementara sebagian besar kawat penyangga sudah rapuh.
Anak-anak sekolah maupun warga hanya bisa berpegangan pada bambu seadanya yang dipasang menggantikan pagar jembatan.
“Kami berharap Pak, mohon perbaikan jembatan,” demikian suara seorang warga dalam video yang diviralkan di media sosial, memperlihatkan kondisi jembatan di Desa Tampang Muda tersebut.
Jembatan gantung sepanjang 10 meter ini dibangun pada 2011 dan menjadi akses vital bagi warga, terutama pelajar.
Namun setelah lebih dari 10 tahun, nyaris tanpa perawatan, kondisinya semakin memprihatinkan.
Sementara itu, warga hanya bisa bergotong royong memperbaikinya secara darurat agar tetap bisa dilewati.
Kondisi ini sebenarnya bukan kasus tunggal di Tanggamus. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung, lebih dari 35 persen jalan kabupaten di Tanggamus dalam kondisi rusak ringan hingga berat.
Beberapa jembatan penghubung antardesa pun mengalami kerusakan serupa, terutama di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Kelumbayan, Air Naningan, dan Semaka.
Kerusakan jalan dan jembatan tersebut sangat memengaruhi aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, perekonomian, hingga distribusi hasil bumi.
Banyak pelajar terpaksa berjalan kaki hingga berjam-jam, melewati jalan berlumpur, atau bahkan menantang bahaya di atas jembatan gantung yang nyaris putus.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memberi perhatian lebih serius.
Infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menjadi urat nadi kehidupan warga di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama ini.
Tanpa perbaikan segera, warga takut tragedi bisa menimpa anak-anak sekolah yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi menuntut ilmu.(HBM)
-
