KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Guna mendukung percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Kendal telah membentuk Satgas MBG yang diketuai oleh Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari.
Setidaknya hingga saat ini ada sekitar 26 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasional di Kabupaten Kendal yang melayani sekitar 88.574 siswa di 517 sekolah dan 1.207 balita dan ibu menyusui.
Dibentuknya Satgas MBG ini akan bertugas membantu Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal dalam memantau seluruh proses, mulai dari pengolahan, pendistribusian, hingga memastikan bahwa kualitas makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi.
"Satgas MBG ini untuk membantu program strategis dari Presiden Prabowo. Tentunya ini bukan mengambil alih tetapi membantu tugas-tugas dari BGN yang ada Kabupaten Kendal," ujar Pj Sekda saat ditemu di kantornya, Senin 29 September 2025.
Dipaparkan, Satgas MBG yang melibatkan beberapa unsur, termasuk OPD terkait, dan Forkopimda ini juga sebagai upaya antisipasi maraknya kasus keracunan MBG seperti yang terjadi di daerah lain.
"Intinya terkait dengan mengantisipaai kasus-kasus yang marak terjadi di kabupaten lain yaitu keracunan," paparnya.
Sesuai Standar
'Selain itu untuk memastikan bahwa menu MBG sesuai standar kebersihan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan proses pengolahan makanan yang aman dan layak bagi masyarakat, pemerintah juga mewajibkan SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
"Tadi kita dapat arahan dari Pak Mendagri bahwa BGN harus berkoordinasi dengan Pemda. Termasuk SLHS ini diharapkan dipercepat, yang biasanya harus 3 bulan, ini 2 minggu harus keluar. Karena sertifikat ini menjadi salah satu syarat SPPG itu bisa beroperasi," imbuhnya.
Baca juga: Desa Wisata Sendangasri Rembang Masuk 30 Besar Wonderful Indonesia Awards 2025
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana mengatakan dengan kehadiran Satgas MBG ini tentunya sangat membantu dan menjadi salah satu langkah untuk mempererat hubungan antara pemda dan BGN di daerah.
"Harapan kami semoga kedepan bisa lebih bersinergi terkait dengan pengawasan dan kegiatan lainnya," ujar Faris.(Anik)
