Helo Indonesia

Pelajar SMAN 4 Kotabumi dan SDN 6 Tulangbawang Tengah Mabok MBG Yayasan Al Rafaeza

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 29 September 2025 21:59
    Bagikan  
MBG
HELO LAMPUNG

MBG - Pelajar SMAN 4 Kotabumi mabok usai menyantap MBG (Foto Ist)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah diduga membuat belasan pelajar di Lampung mengalami gejala keracunan. Sedikitnya 16 siswa dari dua sekolah berbeda dilarikan ke rumah sakit usai menyantap makanan MBG pada Senin (29/9/2025).

Kasus pertama terjadi di SMA Negeri 4 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, di mana delapan siswa tiba-tiba merasa pusing, muntah, hingga ada yang pingsan. Lima di antaranya merupakan anggota ekstrakurikuler karate yang sedang berlatih. Mereka langsung mendapatkan perawatan di RS Handayani Kotabumi.

undefined

Baca juga: Korban Keracunan MBG Bertambah 1 Jadi 8 Pelajar SDN 6 di Tulangbawang Tengah

Hampir bersamaan, delapan siswa dari SDN 6 Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, juga mengalami gejala serupa. Mereka mengeluh pusing, muntah, bahkan ada yang sempat kejang-kejang usai menyantap menu MBG yang disiapkan oleh SPPG Yayasan Al Rafaeza sekitar pukul 11.30 WIB. Tiga siswa akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut keterangan wali murid, menu MBG hari itu terdiri dari ayam goreng, tumis tempe buncis, semangka, dan timun. Setelah makan, beberapa siswa langsung merasakan gejala tidak biasa.

Pihak sekolah dan tenaga medis bergerak cepat dengan membawa siswa yang sakit ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Hingga kini, dinas kesehatan setempat bersama aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Sampel makanan juga sudah diambil untuk diuji di laboratorium.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, kejadian keracunan massal ini menambah daftar panjang kasus serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di beberapa daerah di Lampung.

Keracunan MBG di Lampung

  • Maret 2024, puluhan siswa SD di Kabupaten Lampung Tengah keracunan setelah menyantap nasi kotak MBG yang berisi telur balado dan sayur.
  • September 2024, belasan siswa SMP di Lampung Timur juga mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG berupa ayam suwir dan sayur lodeh.
  • Juni 2025, sembilan siswa di Pesawaran harus dirawat karena keracunan usai makan nasi MBG dengan lauk ikan tongkol.

Rangkaian insiden ini menimbulkan kritik dari masyarakat dan orang tua murid. Mereka menilai pengawasan terhadap dapur penyedia MBG masih lemah, baik dari sisi kebersihan, penyimpanan bahan makanan, hingga distribusi.

“Pemerintah harus serius memastikan kualitas makanan MBG, mulai dari dapur penyedia, kebersihan, hingga proses distribusinya. Jangan sampai niat baik malah jadi ancaman kesehatan bagi anak-anak kita,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, kondisi seluruh siswa yang sempat dirawat kini mulai membaik, meski masih ada beberapa yang menjalani observasi medis. (HBM)