Helo Indonesia

Kadisdikbud Safari Literasi ke-5 di SMAN 2 Pringsewu, Literasi Penguat Nalar

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 23 Oktober 2025 19:55
    Bagikan  
LITERASI
HELO LAMPUNG

LITERASI - Pembukaan Bintek Literasi (Foto Tim Literasi)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Americo kembali safari literasinya yang kelima ke SMA Negeri 2 Pringsewu, Senin (20/10/2025). Kegiatan itu juga ikuti guru dan murid dari Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus.

Selain memotivasi para guru dan pelajar SMAN, SMK, dan SLB agar terus menggelorakan semangat membaca untuk mengasah wawasan harus pula berlatih menulis untuk memperkuat nalar dalam bentuk tulisan ringan tentang berbagai hal, berita, reuters, opini, informasi, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Dengan penuh semangat, Thomas yang didampingi Kabid SMA Diona Katharina, S.Sos., MPd dan Kacabdin 2 Rodi Hayani Samsun, SH, MIP juga mengajak para pemangku kepentingan untuk mendongkrak IPM yang masih rendah.

"Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, membuat, dan berkomunikasi," katanya dihadapan ratusan guru, kepala sekolah, dan perwakilan OSIS.

Dia berharap tidak hanya para siswa, para guru dan penggerak pendidikan pun harus sama-sama berjuang menjadikan literasi sebagai keseharian.

"Dorong diri dan peserta didik untuk membaca beragam teks baik buku, artikel, berita, atau konten daring secara rutin, baik fiksi maupun nonfiksi sesuai minat masing-masing," katanya Thomas.

Katanya, manfaatkan teknologi digital sebagai media literasi. Ciptakan lingkungan mendukung, Buat suasana yang nyaman dan fokus untuk belajar literasi, baik di rumah maupun di sekolah, ujarnya.

Thomas juga mewarning para guru dan pihak sekolah untuk kembali kepada khittahnya sebagai pendidik dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab. Dia yakin lewat salah satunya berupa literasi dapat menguatkan nalar.

Terapkan pula strategi membaca efektif. Misalnya saat membaca teks panjang, pecah menjadi bagian-bagian pendek. Latih diri untuk menemukan kata kunci, menandai kata yang tidak dipahami, dan membuat catatan pertanyaan, pungkasnya. (Red)

 -