Helo Indonesia

Tim Pakar USM Kaji Inovasi Smart Battery Management System Milik ITB

Rabu, 29 Oktober 2025 09:55
    Bagikan  
Tim Pakar USM Kaji Inovasi Smart Battery Management System Milik ITB

Tim pakar USM yang dipimpin Prof Mudjiastuti Handajani saat mengkaji inovasi SBMS karya dosen ITB

BANDUNG, HELOINDONESIA.COM - Di tengah upaya Pemerintah mempercepat transisi energi dan mendorong adopsi kendaraan listrik, sebuah inovasi strategis dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi sorotan nasional.

Smart Battery Management System (SBMS) Berbasis Cloud Native dan Edge Device, karya Prof Ir Edi Leksono M Eng PhD, tengah dikaji secara komprehensif oleh Tim Pakar/Pengkaji Universitas Semarang (USM) dalam rangkaian kegiatan Pra-Studi Kelayakan Produk Riset Perguruan Tinggi pada Program Dorongan Teknologi 2025.

Kegiatan dua hari yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2025 di Fakultas Teknik Industri ITB itu dipimpin langsung oleh Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT didampingi empat pakar multidisiplin Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT IPM (teknis), Dr Any Setyarini SE MM (pasar dan model bisnis), Dr Ardiani Ika Sulistyawati SE MM Ak CA CPA (keuangan dan risiko), Dr Agus Saiful Abib SH MH (regulasi).

Baca juga: USM LCC Lakukan Aksi Sosial untuk Warga Terdampak Banjir

Di hari pertama, Senin 27 Oktober 2025, Tim Pakar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan PT Pertamina (Persero) mitra strategis ITB dalam pengembangan ekosistem energi bersih.

Diskusi menyoroti potensi integrasi SBMS dalam infrastruktur penyimpanan energi nasional, termasuk untuk stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) dan sistem penyimpanan tenaga surya.

''SBMS ini bukan sekadar alat monitoring baterai. Ini adalah ‘otak’ yang menjaga efisiensi, keamanan, dan umur pakai baterai baik di kendaraan listrik maupun di sistem penyimpanan stasioner,'' ujar Prof. Edi Leksono saat memaparkan arsitektur sistem yang menggabungkan edge computing untuk respons cepat dan cloud-native platform untuk skalabilitas dan analitik jangka panjang.

Kunjungi Universitas Telkom

Pada hari kedua, Selasa (28/10), Tim Pakar melanjutkan kunjungan ke Universitas Telkom, tempat prototipe SBMS dipamerkan dalam bentuk sistem nyata yang terhubung dengan modul baterai lithium ion.

Baca juga: Lima Warga Semarang Tengah Tertimpa Reruntuhan Rumah Tua, 1 Meninggal

Menurut Prof. Mudjiastuti, melalui workshop interaktif, tim mengevaluasi Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), keandalan sistem, serta potensi komersialisasi di sektor transportasi, energi terbarukan, dan industri manufaktur.

SBMS dirancang untuk memantau kondisi baterai secara real-time mulai dari tegangan, arus, suhu, hingga state-of-charge (SoC) dan state-of-health (SoH) dengan akurasi tinggi.

''Sistem ini juga mampu memprediksi potensi kegagalan, mengoptimalkan pengisian/pelepasan daya, dan mencegah thermal runaway yang berisiko menyebabkan kebakaran,'' ungkapnya.

Dia menambahkan, yang membedakan SBMS dari sistem konvensional adalah pendekatan hybrid cloud-edge yang memungkinkan, respons instan di perangkat edge untuk keputusan kritis (misalnya, pemutusan arus saat overheat),analisis data mendalam di cloud untuk prediksi jangka panjang dan perawatan preventif.

Prof Mudji mengatakan, hasil kajian Tim Pakar akan menjadi dasar rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait potensi pendanaan lanjutan, skema kemitraan industri, serta kebijakan regulasi pendukung.

Dengan dukungan ekosistem inovasi yang kuat melibatkan akademisi, BUMN, dan perguruan tinggi SBMS berpotensi menjadi tulang punggung infrastruktur energi bersih Indonesia. (Aji)