LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Spanduk kedatangan Presiden Prabowo Subianto sudah dibentangkan, namun pas Hari H, Kepala Negara batal untuk "Panen Raya Ketahanan Pangan TNI AL 2025" di Prokimal, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Rabu (29/10/2025).
Dijadwalkan pula, Presiden Prabowo melihat pameran kedelai video conference dengan Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non-Kewilayahan (Satnonkowil), ditutup peninjauan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG).

REAKSI MAHASISWA
Ekspektasi masyarakat atas kedatangan Presiden Prabowo cukup tinggi. Bahkan, BEM Universitas Lampung mengundang dialog kebangsaan di kampus. "Jangan hanya seremoni saja," kata Ketua BEM Unila M. Ammar Fauzan kepada Helo Indonesia, Senin (27/10/2025).
Bahkan, Selasa malam (28/10/2025), Aliansi Mahasiswa Lampung aksi simbolik di Tugu Radin Intan, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandarlampung. Mereka menuntut setahun Prabowo-Gibran untuk menyelesaikan:
1. Evaluasi Total Program MBG agar maksimal pelaksanaannya.
2. Jadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama.
3. Sahkan RUU Perampasan Aset.
4. Bebaskan para aktivis seluruh Indonesia sebagai tahanan politik.
5. Reformasi total kepolisian agar prorakyat dan mendesak Kapolri mundur dari jabatannya karena banyak permasalahan yang terjadi.
6. Pecat menteri-menteri problematik dan ganti dengan yang kompeten.
7. Desak Rezim Prabowo-Gubran agar merealisasikan janji-janji kampanyenya.
8. Desak Menteri ATR/BPN agar melaksanakan Reformasi Agraria Sejati, misalnya SGC, Register 44, dan lainnya.
9. Mengundang Prabowo untuk menerima kritik langsung dari mahasiswa.
Baca juga: BEM Unila: Prabowo Jangan Hanya Seremoni, Ayo Dialog Terbuka di Kampus
ACARA TETAP JALAN
Meski Presiden Prabowo gagal datang, kegiatan tetap berlanjut sebagaimana susunan acara yang telah disiapkan sebelumnya. Sebagai penggantinya, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Menteri Pertanian.
Gubenur Rahmad Mirzan Djausal menjelaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar jadi daerah yang mandiri dan berdaulat pangan. Tahun 2025, produksi padi daerah ini diperkirakan 3,5 juta ton, surplus 800 ribu ton beras.
"Dengan posisi produksi seperti itu, Lampung peringkat kelima nasional," ujar Gubernur Mirza. Belum lagi, jagung 3 juta ton per tahun yang menempatkan daerah ini produsen ketiga nasional. Budi data ayam dan kambing, Lampung peringkat kedua di Indonesia. (HBM)
-
