Helo Indonesia

Mahasiswa FH USM Moh Yunus, Juara Lomba Menulis di Tengah Padatnya Berorganisasi

Jumat, 26 Desember 2025 19:05
    Bagikan  
Mahasiswa FH USM Moh Yunus, Juara Lomba Menulis di Tengah Padatnya Berorganisasi

Moh Yunus

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Moh. Yunus yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) angkatan 2023, sepanjang tahun 2025 sukses mengukir prestasi gemilang dengan memborong dua gelar juara di tingkat regional.

Mahasiswa berbakat ini menyabet Juara 1 Lomba Menulis Essay Law Fest Unwahas dan Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa se-Jawa Tengah dan DIY.

Baca juga: Jadi Gubernur BEM FH USM, Rike Descin Tekankan Kepemimpinan Berbasis Moral Tinggi

Keberhasilan ini menjadi sorotan karena diraih di tengah dedikasi luar biasa Yunus dalam berbagai lini organisasi. Selain aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan mengabdi di Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH USM, Yunus juga menjadi aktor utama dalam menghidupkan kembali Formasi KIP-K (Forum Mahasiswa KIP-Kuliah) USM yang sempat vakum bertahun-tahun.

Ia membangun kembali struktur organisasi tersebut demi memastikan wadah aspirasi ribuan mahasiswa penerima beasiswa kembali berjalan optimal.

Di balik podium juara, tersimpan cerita ketangguhan mental. Kemenangan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah kegigihan setelah Yunus sempat melewati enam kali kegagalan beruntun di berbagai perlombaan sebelumnya.

''Setiap kegagalan, saya jadikan bahan evaluasi dan memacu diri untuk mempertajam nalar kritis dan gaya penulis agar benar-benar mencapai kematangan,'' kata Yunus dalam keterangannya, Jumat 26 Desember 2025.

Baca juga: Tren Positif Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang, Agustina Optimistis Lampaui Target

Tantangan bagi mahasiswa semester 3 ini kian berlipat dengan kesibukannya di organisasi kemasyarakatan. Sebagai mantan Ketua Umum IPNU periode 2022–2023 dan pengurus aktif DPC Permahi Semarang Raya, Yunus kerap terjun langsung ke lapangan.

Sinergi antara teori hukum di kampus, praktik bantuan hukum di BKBH, serta pengalaman empiris di organisasi eksternal inilah yang membuat karya tulisnya sangat solutif bagi masyarakat.

"Kejuaraan ini bukanlah hasil instan yang datang begitu saja. Ada proses melelahkan di baliknya, termasuk melewati enam kali kegagalan di perlombaan sebelumnya. Prestasi ini adalah buah dari kesabaran dalam mengelola waktu antara pengabdian di organisasi kemasyarakatan, upaya menghidupkan kembali organisasi kampus yang vakum, dengan integritas akademik yang harus tetap dijaga," tambah Yunus. (Aji)