Helo Indonesia

Edy Irawan, Antara Air Mata, Takdir, dan Lagu Chrisye Sendiri Lagi

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 20 Februari 2026 02:53
    Bagikan  
DUKA CITA
HELO LAMPUNG

DUKA CITA - Darussalam, Edy Irawan, HBM (Foto Dr. Muhammad Rafieq Pradana)

Catatan Duka Herman Batin Mangku*

MALAM menjemput larut, usai takziah dan salat Tarawih malam kedua, H. Darussalam, SH, MH datang menemui sahabat lamanya, Dr. Edy Irawan Arief, SE, MH, yang tengah dirundung duka mendalam atas wafatnya sang istri tercinta, Sari Dewi.

Di teras belakang rumah yang hening, Darussalam mencoba menguatkan sahabat yang usianya hanya terpaut sebulan—sama-sama kelahiran 1960—membuat nasihat itu terasa begitu dekat. Ia mengajak sahabatnya menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. 

Kematian, kata sang sahabat, hanyalah soal waktu. Hidup di dunia sementara, akhirat kekal selamanya. Selagi masih diberi kesempatan, berdakwah dan berbuat baik hendaknya dijalani hingga akhir hayat.

"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal (QS. Ghafir (Al-Mu'min) : 39)

undefined

Edy Irawan dipeluk sang cucu saat  Gubernur Mirza ikut mendoakan pulangnya sang istri ketua Partai Demokrat Lampung itu 

Edy Irawan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berduka. Secara khusus, ia menyebut perhatian Gubernur Lampung, Mirza, yang sejak pagi usai salat Subuh datang melayat, lalu kembali hadir siang hari di sela-sela agenda rapat demi memastikan prosesi pemakaman berjalan lancar.

Namun, hari kedua tak serta-merta mengeringkan air mata. Kesedihan masih menggenang di kedua sudut mata bapak dua putri dan dua putra ini. Didampingi putra sulungnya, Dr. Muhammad Rafieq Pradana, Edy Irawan yang juga Ketua Partai Demokrat Lampung menyimpan penyesalan mendalam karena tak berada di sisi sang istri pada detik-detik terakhirnya.

Baca juga: Makngah Sari Dewi, Istri Ketua Demokrat Lampung dan Ibunda Wakil Walikota Metro, Wafat

“Kenapa dia pergi tidak di pangkuan aku,” ucapnya sambil terisak. Selasa (18/2/2026), pukul 22.00 WIB, sang istri, Sari Dewi mendadak drop dan dilarikan ke UGD. Saat itu, Edy sedang menjalani pengobatan di Jakarta.

Tim medis telah berupaya maksimal menyelamatkan sang istri, termasuk merangsang denyut jantung. Namun takdir berkata lain. Sang belahan jiwa dinyatakan wafat pada Rabu dini hari (19/2/2026), pukul 02.45 WIB.

Menurut putra sulungnya, Dr. Muhammad Rafieq Pradana, yang juga Wakil Wali Kota Metro, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Begitu menerima kabar duka—meski masih dalam proses pemeriksaan medis di Jakarta—Edy segera kembali ke Kota Bandarlampung.

Ia berusaha menerima kenyataan. “Takdir,” katanya lirih. Tangis kembali pecah ketika menceritakan sebelum meninggalnya sang istri, saat pemeriksaan CT scan, paramedis menawarkan musik pengiring. Edy memilih lagu Chrisye berjudul Sendiri Lagi.

Dengan napas tertahan dan suara bergetar, ia mencoba bersenandung, sepotong demi sepotong, seakan lagu itu menjelma bahasa kolbunya sendiri: tiada arti diriku
bila kau tak di sisiku…

Lirik demi lirik terasa menohok. Ia tak pernah menyangka pilihan lagu itu seperti mewakili perasaannya menjelang kepergian belahan jiwanya. Ingatannya melayang pada putrinya yang masih sangat membutuhkan sosok ibu.

Kini, makam itu masih basah. Bunga-bunga masih segar, berdampingan dengan pusara kedua orangtua Edy Irawan, di halaman belakang rumahnya. Di sanalah Sari Dewi beristirahat—di samping ruang terbuka dekat garasi rumah di Jalan Palapa X Blok C Nomor 37, Lingkungan I, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu.

Sunyi, sederhana, dan nyata—seperti cinta yang ia tinggalkan.

undefined

Sendiri Lagi.
By Chrisye

tiada arti diriku
bila kau tak disisiku

mengapa .. oh mengapa
kautinggalkan diriku
tak tahu .. ku tak tahu
salahku padamu
hingga kau pun tega
biarkan diriku sendiri
sendiri lagi ...

tak mungkin kumencari
pengganti dirimu
walau kini kusendiri
kuingin kaupun tahu
cinta suci ini
kubawa sampai mati

tiada arti diriku
bila kau tak disisiku

* Pimred Helo Indonesia