Helo Indonesia

Jumat atau Sabtu? Ini Prediksi Mengejutkan Ahli Falak UIN Walisongo Terkait Idulfitri 2026

Senin, 16 Maret 2026 11:11
    Bagikan  
Jumat atau Sabtu? Ini Prediksi Mengejutkan Ahli Falak UIN Walisongo Terkait Idulfitri 2026

Ahli falak Prof Izzuddin saat berbicara dalam Tadarus Falakiyah

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis 19 Maret 2026.

Sidang ini akan menentukan kapan umat Islam di Indonesia merayakan Idulfitri, apakah jatuh pada Jumat (20/3) atau baru dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Salah satu ahli yang diundang dalam sidang tersebut adalah Prof Dr KH Ahmad Izzuddin MAg, pakar ilmu falak internasional yang juga Ketua Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara.

Baca juga: Mudik Gratis Jateng, Cerita Sopir Bus Antar Ribuan Rindu Hangatnya Kampung Halaman

Prof Izzuddin adalah Guru Besar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang serta pengurus Lembaga Falakiyah PBNU.

Selain aktif di dunia akademik, Kiai yang dikenal luas di kalangan ahli falak ini juga merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah di Ngaliyan, Kota Semarang.

Pesantren tersebut telah meluluskan ratusan alumni, bahkan banyak dosen ilmu falak di berbagai perguruan tinggi di Indonesia merupakan lulusan dari pesantren tersebut maupun alumni UIN Walisongo.

Prof Izzuddin menjelaskan, dirinya  termasuk dalam tim ahli yang diminta hadir dalam sidang isbat oleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA.

“InsyaAllah kami termasuk tim ahli yang diminta hadir dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Harapannya kami bisa memberikan masukan apabila ditemukan data-data yang masih perlu dianalisis lebih mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, tanggal 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menjadi momentum yang sangat dinantikan umat Islam. Pada hari itulah akan dipastikan apakah malam Jumat sudah masuk malam Idulfitri atau justru masih dilaksanakan salat tarawih terakhir.

“Jika hilal belum memenuhi kriteria, maka puasa digenapkan 30 hari dan Idul Fitri kemungkinan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026,” jelasnya.

Baca juga: Tebar Berkah Lebaran, UPZ MAJT Salurkan Zakat dan Sembako bagi 507 Mustahik

Dari sisi perhitungan astronomi atau hisab, Prof Izzuddin menjelaskan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadan tahun ini berada pada kondisi yang cukup menarik dan berpotensi memunculkan dinamika dalam penetapan awal Syawal.

Dia menyebutkan bahwa ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 08.23 WIB.

Berdasarkan data hisab dari berbagai wilayah di Indonesia, ketinggian hilal saat matahari terbenam berkisar antara sekitar 1 derajat lebih 5 menit hingga sekitar 3 derajat 6 menit di wilayah paling barat seperti Sabang.

“Ketinggian hilal sekitar 3 derajat itu sebenarnya sudah masuk kategori yang memungkinkan untuk dirukyat,” ungkapnya.

Angka Tinggi

Sementara itu, nilai elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan diperkirakan berkisar antara 4 derajat 30 menit hingga sekitar 6 derajat lebih 6 menit. Angka tersebut tergolong cukup tinggi, namun sebagian masih berada di bawah kriteria kesepakatan visibilitas hilal yang umum digunakan di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Baca juga: Hadapi Banjir Kiriman, Wali Kota Agustina Instruksikan Penanganan Serentak di Titik Rawan

Kriteria yang saat ini menjadi acuan adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal berpotensi terlihat.

“Karena itu, posisi hilal tahun ini bisa dikatakan cukup ‘ramai’ untuk didiskusikan. Data hisabnya sudah mendekati kriteria, tetapi masih perlu diverifikasi melalui rukyatul hilal di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sidang isbat menjadi forum penting untuk mempertemukan berbagai data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan yang diambil Pemerintah diharapkan menjadi keputusan terbaik yang didasarkan pada data ilmiah sekaligus kesaksian rukyatul hilal di lapangan. (Aji)