SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin MSi menegaskan bahwa organisasi perempuan harus bertransformasi menjadi ruang aktualisasi diri yang progresif dan penuh daya cipta. Pasalnya, perempuan membutuhkan wadah untuk menyalurkan potensi yang dimiliki agar terus bertumbuh.
Pesan kuat ini disampaikan sosok yang akrab disapa Ning Nawal saat menghadiri Halalbihalal sekaligus Peringatan Hari Kartini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat 17 April 2026.
Baca juga: Bhayangkara Ciptakan Skenario Dream Match Lawan LavAni di Grand Final Proliga 2026
Ning Nawal, panggilan akrabnya, mengapresiasi kegiatan tersebut, yang dinilai berhasil menghadirkan wadah bagi para istri dosen di lingkungan Kampus Undip, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas dalam suasana kebersamaan.
Dalam kegiatan itu, puluhan anggota DWP Undip menampilkan beragam pertunjukan seni. Mulai dari musik tradisional dan hadroh, paduan suara, menyanyi, hingga tari. Penampilan tersebut menunjukkan, perempuan memiliki potensi besar untuk terus berkarya di berbagai bidang.
"DWP Undip ini sangat luar biasa, memiliki 14 cabang kegiatan. Dan kita lihat hari ini ibu-ibu begitu produktif. Bukan hanya berjibaku dengan keilmuan, tetapi juga betul-betul menyalurkan hobi-hobi, dan ini sangat positif," ucap Nawal, usai acara.
Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi oleh organisasi perempuan lainnya, sehingga semakin banyak ruang yang tercipta untuk mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
"Harapannya bisa menginspirasi organisasi-organisasi lainnya, terkait bagaimana ibu-ibu ini aktivitasnya lebih terarah, lebih produktif, dan bisa juga melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada juga," kata dia yang juga Ketua TP PKK Jateng.
Menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang, pihaknya mengajak para perempuan di Jawa Tengah untuk meneladani spirit dan perjuangan RA Kartini sebagai pahlawan nasional.
Menurut Nawal, ada tiga hal dari sosok Kartini yang patut diteladani. Pertama, sebagai pendidik, Kartini mendirikan sekolah bagi perempuan agar memiliki bekal dalam mendidik generasi penerus.
Perlawanan Diskriminasi
Kedua, Kartini menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan dan diskriminasi perempuan. Dalam konteks ini, perempuan didorong untuk terus mengedukasi sesama terkait kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta konsisten menyuarakan isu-isu kesetaraan gender.
Baca juga: Sinergi Global, USM LCC Garap Pelatihan Bahasa Indonesia untuk Ekspatriat PT Donlim Technology
Pelajaran ketiga, di tengah budaya patriarki, pahlawan asal Kabupaten Jepara ini mampu membebaskan ruang gerak perempuan yang terbatas pada ranah domestik, menuju peran yang lebih luas di ruang publik.
Berkaca dari nilai-nilai tersebut, Nawal mengajak seluruh perempuan, untuk berkontribusi dalam pembangunan Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
"Ini menjadikan modal semangat bagi kita untuk tetap menjaga nilai-nilai RA Kartini agar kita lebih berdampak terhadap perempuan. Baik itu secara ekonomi, pendidikan, dan sosial untuk permasalahan di Jawa Tengah saat ini," tambahnya. (Aji)
