LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Warga yang aksi menggugat lahan HGU PTPN VII Unit Wayberuku, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran menuding Kantor Direksi (Kandir) PTPN VII hendak membenturkan mereka dengan aparat kepolisian.
Belakangan ini, anggota Brimob Polda Provinsi Lampung bersenjata lengkap terlihat berada di lokasi areal perkebunan karet Afdeling II Tanjungkemala, Desa Tamansari, yang diblokir warga pada aksinya Senin (26/6/2023).
Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Rakyat Menggugat Tanah PTPN VII Safrudin Tanjung mengatakan dengan adanya aparat Brimob bersenjata lengkap tersebut justru menjadi bukti bahwa yang warga masyarakat lakukan ini adalah benar.
"Kalau memang yang selama ini kita perjuangkan adalah salah, tidak mungkin pihak PTPN VII melakukan berbagai upaya seperti ini. Karena kalau Brimob Polda Lampung sudah turun, artinya PTPN VII sudah mentok itu," katanya melalui relis yang diterima Heloindonesia.com, Sabtu (1/7/2023).
Baca juga: Pemerintah Tak Punya Perhatian Kerap Putusnya Lantas Jalinbar di Semaka
"Dan bukti lain yang dikatakan dampak positif yang diterima warga sekitar PTPN VII dari aksi-aksinya, mereka mau mengeluarkan kurban dan CSR yang mana selama ini mereka tidak lakukan," tambahnya.
Sementara, Kepala Desa Tamansari Kecamatan Gedongtataan Fabian Jaya membenarkan perjuangan warga masyarakatnya yang menuntut hak selaku ahli waris.
"Jumlah kita yang ratusan ini sudah cukup kuat untuk memperjuangkan hak kita, namun jika warga masyarakat yang ingin ikut berjuang lebih banyak lagi, maka akan lebih ringan lagi perjuangan kita ini," kata Fabian.
Namun Fabian berharap agar perjuangan ini dilakukan dengan santun dan tidak terjadi benturan dengan keluarga sendiri.
"Walaupun yang kita lawan ini adalah raksasa yang rakus dan haus. Saya mengingatkan bahwa intimidasi, negosiasi, dan provokasi pasti kita dapatkan, tapi jangan menyerah," tegasnya.
Baca juga: Riana Sari Tinjau Lokasi Persiapan Pelaksanaan Jumbara PMR Tingkat Nasional IX
Menanggapi hal itu, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo diwakili Kabag Ops Polres Pesawaran Kompol Maryanto mengatakan kehadiran aparat Kepolisian bukan mau benturan dengan masyarakat. "Masyarakat adalah bagian dari kami," katanya.
Ketua Forum Pers Independen Indonesia Provinsi Lampung Aminudin juga mempertanyakan kehadiran aparat Kepolisian Brimob Polda Lampung di lokasi dengan senjata lengkap.
Ia dan masyarakat berharap jangan sampai aparat Kepolisian dijadikan Satpam oleh oknum atau perusahaan. "Jangan sampai aparat Kepolisian dijadikan Satpam oleh oknum dan perusahaan," katanya.
Menurut dia, aparat Kepolisian merupakan bagian dari masyarakat yang digaji oleh negara untuk membela kepentingan rakyat," pungkasnya. (Rama)
