LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Kabar lelayu datang kali ini dari salah satu tokoh nasional asal Lampung, salah seorang kampiun dunia infrastruktur jasa konstruksi di Lampung dan sukses pula berkiprah di kancah nasional, Iskandar Zulkarnain Hartawi dikenal Iskandar Z. Hartawi.
Direktur Utama PT Gemuntur Agung, mantan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Lampung, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) GAPENSI 2014–2019, saat ini Pengawas BPP GAPENSI 2024–2029 tersebut, dikabarkan wafat di Bandarlampung, Sabtu (24/10/2026), pukul 19.15 WIB.
"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Telah berpulang dengan tenang ke Rahmatullah, Ayahanda, Kakek, Saudara kami, Haji Iskandar Zulkarnain Hartawi Bin Haji Ahmad Hartawi pada Sabtu 24 Oktober 2026 malam ini pukul 19.15 WIB di Bandarlampung. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidupnya. Semoga beliau diterima di surga Allah. Aamiiin Aamiin ya Rabbal Aalamiin," petikan warta lelayu sebagai beredar berantai.
Salah satu putra terbaik Lampung ini, akan berkebumi di Kotabumi, kampung halaman kelahirannya. Berdasarkan informasi, usai pemulasaran, rencananya jenazah mendiang lalu dibawa ke rumah duka Jl. Pusiban, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, sebelum akan dikebumikan di tempat peristirahatan terakhirnya pada Ahad (25/10/2026) siang esok.
Semasa hidupnya, nama Iskandar dan nama GAPENSI bak "saudara kembar". Iskandar menjadi salah satu pemodelan efektif contoh kisah sukses seseorang yang tekun bekerja dan berusaha di satu bidang profesi mulia: menjadi sesosok pengusaha, dalam hal ini pengusaha jasa konstruksi dengan rekam jejak dari daerah yang berhasil go nasional dan relatif membanggakan: dari Lampung untuk Indonesia.
Rekam jejak fenomenalnya, menang terpilih terkukuhkan sebagai pimpinan nasional asosiasi perusahaan/badan usaha jasa konstruksi tertua dan terbesar di Indonesia ini: Ketua Umum BPP Gapensi 2014–2019 produk Munas Bali, Januari 2014 silam, usai meraih 146 suara dari 330 pemilih pemegang hak suara, ungguli kandidat lainnya: pejawat Soeharsojo (142 suara), Daniel Hutapea (42 suara). Sebelumnya total 5 calon, ada dua kandidat lainnya mundur.
Pidato kampanye pencalonan pun pidato perdana Iskandar terpilih terkukuhkan bareng Sekjen terpilih Andi Rukman Nurdin Karumpa, dan Waketum I terpilih A Hanafi, oleh BP Konstruksi Kementerian PU Hediyanto, 12 warsa silam itu: menjadikan Gapensi sebagai asosiasi profesi kokoh, handal, terpercaya, dan mampu bersaing dengan kontraktor asing; menyiapkan lembaga advokasi (LBH) pengampu program pendampingan atau pembelaan bagi anggota bermasalah terkait dengan profesi, beri pelayanan-pembinaan daerah cepat dan profesional.
Iskandar langsung mengontani aspirasi sejumlah BPD Gapensi pra-sesi pemungutan suara yang meminta BPP Gapensi bentuk unit kerja khusus bernomenklatur di tubuh asosiasi demi merespons kebutuhan bantuan hukum bagi anggota yang terjerat masalah hukum, selain sorotan tren penurunan keanggotaan asosiasi bermotto Gamana Bhakti Krida ini.
Tak ayal selama memimpin, dia aktif melakukan advokasi menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap para kontraktor sebagai bagian dari pelaku usaha nasional, pentingnya peningkatan daya saing tenaga kerja konstruksi, serta pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pengusaha konstruksi daerah dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur nasional.
Dan berlini masa tugas pascaterlantik, jelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, salah satunya Iskandar gigih meminta deregulasi beleid yang berat sebelah bagi para pelaku dan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional dibanding pelaku senada berlatar asing.
Dia misal meminta pemerintahan Presiden saat itu SBY guna revisi ketentuan pengatur di mana badan usaha golongan B-1 yang didominasi pelaku nasional hanya memperoleh subklasifikasi 14 bidang, sedang golongan B-2 (asing/PMA) tidak dibatasi. "Gimana bisa bersaing, tolong direvisi dulu lah," keluhnya kala itu, selain meminta pemerintah juga wajibkan TKA mesti berkemampuan berbahasa Indonesia, semata-mata bagian upaya lindungi tenaga kerja domestik.
Dengan sandang status asosiasi tertua —didirikan lewat kongres bersejarah di Desa Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jatim, 8 Januari 1959 atas prakarsa Menteri PU saat itu, Pangeran Mohammad Noor demi efisiensikan koordinasi pembangunan mega proyek nasional; bersama tokoh organisasi pemborong/kontraktor nasional, melebur 3 wadah kontraktor besar masa itu yakni Ikatan Pemborong Indonesia (IPEM) dari Jakarta, Ikatan Ahli Bangunan Nasional dari Surabaya, Gabungan Pemborong Indonesia dari Bandung, serta beberapa pengusaha daerah hadir dirikan dan perluas jaringan di daerah masing-masing pascakongres, antara lain trio I Made Soekoe, Liem Sio Kie, Liem Sio Lun yang memelopori lahirnya GAPENSI Bali.
Dinamisasi jumlah anggota GAPENSI di mana per akumulasi historis dan profil kewilayahannya, total menaungi lebih dari 42.000 perusahaan kontraktor tersebar di 34 Provinsi dan 473 Kabupaten/Kota, mencakup skala pelaku usaha, mulai dari kualifikasi Kecil (K), Menengah (M), Besar (B), hingga kontraktor Spesialis (S) dan Sangat Kecil (SK).
Serta, dalam tahun buku terbaru (data berjalan 2026), total jumlah anggotanya tercatat sebanyak 8.468 anggota badan usaha yang aktif terregistrasi di seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Andi Rukman Nurdin Karumpa saat ini, Iskandar tercatat emban amanat selaku pengawas, hingga ajal menjemput, hingga akhir hayat.
Iskandar juga tercatat menjadi bagian dari Dewan Penasihat DPP APINDO Lampung 2021–2026 pimpinan pengusaha konstruksi dan pendidikan Ary Meizari Alfian.
- "Keluarga besar DPP APINDO Lampung dimana saya selaku ketua terpilih hingga 2031 mendatang turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepulangan almarhum. Beliau bukan cuma senior, beliau bukan cuma bagian dari mereka yang harumkan nama Lampung di kancah nasional, tetapi lebih dari itu, menilik rekam jejak dan portofolionya, beliau bagi kami adalah tauladan. Selamat jalan Kakanda Iskandar Hartawi, selamat beristirahat. Kami turut kehilangan," kawat duka Ary, Sabtu malam. (Muzzamil)
