Helo Indonesia

Nasib 2.200 Guru Honorer di Lampung Timur Tidak Jelas

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 2 Juli 2023 20:38
    Bagikan  
Ilustrasi

Ilustrasi -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Nasib 2.200 guru honorer di Kabupaten Lampung Timur makin tak jelas. Pasalnya, hingga kini pemerintah belum memberi isyarat kapan pengangkatan ribuan guru honorer tingkat SD dan SMP itu baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Forum Guru Honorer Lampung Timur Ismail mengatakan, hingga akhir Mei 2023 jumlah guru honorer jenjang SD dan SMP 2.200 lebih yang tersebar di 24 kecamatan. Ribuan tenaga pendidik yang nasibnya tak jelas itu sebagian besar telah berusia lebih 40 tahun dan telah mengabdi di atas 15 tahun.

Guna peningkatan status ribuan guru honorer tersebut, sejumlah pengurus forum guru honorer beberapa kali konsultasi dengan pemerintah setempat termasuk Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta.

Tapi, pemerintah belum ada janji kapan ribuan guru honorer dengan gaji pas-pasan itu diangkat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Selain konsultasi ke kabupaten dan kementerian, kami sudah sering kali melakukan aksi damai guna memperjuangkan nasib teman-teman guru honor," ujar Ismail.

Baca juga: Anak Karyawan BUMN Bantu Pekerja Terdampak Aksi di PTPN Wayberulu

Dia mengatakan, beberapa waktu lalu, pengurus forum kembali konsultasi ke kabupaten atau dinas pendidikan setempat. Pihak dinas menyatakan jika pemkab akan terus mengupayakan nasib ribuan guru honor agar diangkat jadi PPPK. Tapi saat ditanya berapa jumlah guru honor asal Lampung Timur yang akan diangkat jadi PPPK, pihak dinas menegasksn jika hal itu rahasia negara.

Karena dinas enggan menyebut jumlah guru honor yang akan diangkat jadi PPPK pada 2023, pengurus pun langsung ke kementerian. Pihak kementerian menyatakan jika guru honorer asal Lampung Timur yang akan diangkat jadi PPPK pada Anggaran 2023 sebanyak 200 lebih.
" Apakah informasi yang kami dapat itu benar atau tidak, kita lihat saja keputusan tahun ini," ujar Ismail.

Karena sebagian besar guru hororer di daerah itu usianya telah lanjut dan telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, pihak forum minta pemerintah baik kabupaten atau kementerian memperhatikan nasib ribuan nasib pahlawan tanpa tanda jasa itu.
"Kami mohon negara segera hadir dan memperhatikan nasib kami ini. Apakah sampai ajal menjemput kami masih sebagsi guru honor," pungkas Ismail yang diamini guru honor lainnya.

Baca juga: Tim SAR Temukan 2 Pemancing Tenggelam di Perairan Mutun

Sementara itu, M. Sayuti, salah satu guru honor di salah satu SDN Kecamatan Way Jepara mengaku sudah 17 tahun jadi guru honor dan saat ini telah berusia 45 tahun. Dengan honor atau insentif pas-pasan, pria bertubuh gempal itu menumpang di rumah salah datu anggota keluarga dan harus menghidupi istri dan tiga anaknya.
"Sudah 17 saya jadi guru honor di SD dan usia sudah 45 tahun. Saya nggak tau mau bagaimana nasib anak-anak ke depannya," ujar sarjana lulusan salah satu perguruan tinggi di Lampung Timur itu.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Lampung Timur Marsan saat dihubungi ponselnya tidak aktif. Begitu pula saat di WhatSapp belum ada jawaban.
(Khairuddin)