Helo Indonesia

FPK Lampung Siap Dilantik Jadi Garda Kerukunan Harmoni Ruwa Jurai

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
2 jam 13 menit lalu
    Bagikan  
FPK
HELO LAMPUNG

FPK - Darussalam

SUATU daerah tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung, atau jembatan. Ia berdiri kokoh karena masyarakatnya mampu menjaga kepercayaan, menghormati perbedaan, dan merawat persaudaraan. Di Provinsi Lampung, rumah bagi puluhan suku dan etnis dari berbagai penjuru Nusantara, semangat itulah yang kembali diteguhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Lampung.

Di balik balutan seragam hitam berhias benang emas bermotif tapis rancangan Elty Gallery, tersimpan sebuah pesan: persatuan harus dijaga dengan kebijaksanaan, sebagaimana benang-benang yang dirajut menjadi seragam yang indah dan berwibawa.

Dengan semangat tersebut, Ketua FPK Provinsi Lampung, H. Darussalam, SH, MH, bersama seluruh jajaran pengurus periode 2026–2029 menyatakan siap mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam memperkuat pembauran, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.

Undangan telah disebar, kepengurusan FPK periode 2026–2029 dijadwalkan akan dilantik oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026), pukul 13.00 WIB sampai selesai.

"Alhamdulillah, seluruh pengurus semakin solid. Kami memiliki tekad yang sama untuk menjaga Lampung tetap damai. Jangan sampai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya menjadi alasan perpecahan. Justru keberagaman itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung," kata Darussalam saat konferensi pers di kediamannya di Jalan MH Thamrin, Gotong Royong, Bandarlampung, depan Elty Gallery.

undefined

Idris KS saat memimpin persiapan pelantikan FPK

Semangat kebersamaan itu telah terlihat sejak rangkaian persiapan pelantikan. Perwakilan 37 etnis dan suku yang hidup berdampingan di Provinsi Lampung duduk dalam satu forum, mengesampingkan segala perbedaan untuk menyusun langkah bersama membangun harmoni sosial.

Sekretaris FPK, Idris KS, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah pembauran yang berfungsi memperkuat integrasi sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk. "FPK hadir untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat pembauran, persatuan, serta kesatuan masyarakat. Kami juga telah menyiapkan berbagai program kerja unggulan setiap tahun sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

FPK dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung. Saat ini, forum tersebut menaungi 37 organisasi etnis dan suku yang menjadi representasi keberagaman masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Darussalam mengaku optimistis semangat kebersamaan yang telah tumbuh di antara seluruh pengurus akan menjadi modal besar dalam menjalankan berbagai program organisasi.
"Semoga pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal pengabdian untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menjaga Lampung tetap sejuk bagi semua," tuturnya.

Di sisi lain, seragam yang dikenakan para pengurus pun menyimpan filosofi mendalam. Elty Yunani, SH, MKn, MG, Ph.D., CLA, pemilik Elty Gallery, menjelaskan bahwa warna hitam dipilih sebagai simbol keteguhan, kewibawaan, dan kepercayaan diri. Sementara benang emas yang terinspirasi dari motif tapis melambangkan kemuliaan budaya Lampung, kejayaan, sekaligus harapan agar setiap langkah pengurus selalu diterangi nilai-nilai kearifan lokal.

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memantik polarisasi, keberadaan FPK menjadi semakin relevan. Forum ini bukan sekadar organisasi, melainkan ruang perjumpaan bagi berbagai identitas untuk saling memahami dan menguatkan.

Sebab, sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tanpa perbedaan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

Dan di Bumi Ruwa Jurai, persatuan akan selalu menemukan jalannya ketika semua memilih duduk bersama, saling menghormati, dan menjaga rumah yang sama bernama Lampung. Tabik pun! (HBM)