SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang menunjukkan keseriusannya dalam menggembleng pelaku UMKM kerajinan lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Tak tanggung-tanggung, di bawah komando Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang, Vianney Ratna Manikamawi, tim Semarang memboyong rombongan untuk menimba ilmu langsung ke Kabupaten Badung, Bali.
Baca juga: Putri Maya Rumanti Tak Lagi di Hotman 911, Kiprah dan Komentar Sujarwo
Kunjungan studi banding ini menjadi langkah strategis untuk mengejar target besarnya: memperkuat fondasi ekonomi Semarang pada 2027 mendatang, sebagaimana visi yang diusung Wali Kota Agustina Wilujeng.
"Kami membedah secara mendalam bagaimana Badung sukses menggerakkan pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan. Pengalaman berharga ini akan menjadi acuan utama kami dalam menyusun formula baru pembinaan perajin di Semarang," tegas sosok yang akrab disapa Nana tersebut, akhir pekan lalu.
Dijelaskan Nana, Dekranasda memiliki visi meningkatkan kapasitas UMKM di Kota Semarang sesuai dengan visi Walikota Agustina Wilujeng meningkatkan perekonomian di tahun 2027 mendatang.
Karena itulah melalui pembelajaran langsung dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Badung, pihaknya ingin dapat membuat UMKM Kota Semarang ‘naik kelas’.
Baca juga: Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Lampung Berlangsung Khidmat
Adapun beberapa hal yang dipelajari dalam kunjungan ke Badung di antaranya adalah pembinaan kualitas produk, penguatan kapasitas perajin, hingga strategi pemasaran dan promosi karya kerajinan.
Pihaknya juga ingin dapat terus memajukan dunia kerajinan rakyat berbasis kearifan lokal, demi kesejahteraan para perajin dan kemajuan perekonomian masyarakat.
“Pengalaman tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang,” imbuh Nana.
Jadi Momentum
Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa menambahkan kunjungan rombongan dekranasda dari Kota Semarang menjadi momentum untuk saling berbagi, saling belajar, dan saling menginspirasi.
“Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kami berharap semua pembelajaran yang diperoleh ini dapat diterapkan dengan baik di Semarang,” tambahnya.
Selain itu, Dekranasda Kota Semarang juga melihat dari dekat Workshop atau atelier sepatu buatan tangan (handmade) milik perajin dan desainer asal Bali, Ni Luh Djelantik.
Atelier ini bahkan sudah memproduksi sepatu wanita berkualitas tinggi selama 20 tahun terakhir dan bahkan menjadi langganan pelanggan lokal hingga mancanegara.
Dekranasda Kota Semarang juga mengunjungi Love Anchor Market dan Tropical Life di Canggu, 2 pasar bergaya boho-chic yang ikonik yang menawarkan lebih 70 gerai perhiasan buatan tangan, pakaian pantai, dekorasi rumah, dan suvenir unik dengan suasana kayu yang estetik.
Kunjungan ke kedua pasar tersebut untuk mencari referensi untuk Toko Orang Semarang (TORANG) yang akan dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh produk-produk khas Kota Semarang. (Aji)
