Helo Indonesia

Antisipasi Kekeringan, Tim Pengelola Bendungan Danau Way Jepara Terus Pantau Tanaman Padi Petani

56 menit lalu
    Bagikan  
Antisipasi Kekeringan, Tim Pengelola Bendungan Danau Way Jepara Terus Pantau Tanaman Padi Petani

Bendungan Danau Way Jepara Lampung Timur.

LAMPUNG, HELOINDONESIA .COM----- Guna mengantisipasi kekeringan sebagai dampak musim kemarautahun ini, pihak unit pengelola bendungan Danau Way Jepara Lampung Timur terus memantau sebaran air di lahan petani pada musim gaduh 2026.

Meskipun debit air waduk menurun, petugas optimis petani dapat memanen tanaman padi mereka.

Kepala Unit Pengelola Bendungan (KUPB) Danau Way Jepara Irianto mengatakan, luas waduk yang dikelola yakni 2,287 kilometer persegi dengan volume air saat ini 23,93 juta meter kubik. Jutaan meter kubik air itu berasal dari tiga aliran sungai besar yaitu DAS Way Abar, Way Jepara dan Way Jewawai.

Saat ini, bandungan yang telah berusia lebih setengah abad itu mengairi lima ribu hektar lebih sawah irigasi teknis yang tersebar di Kecamatan Way Jepara, Labuhanratu dan Braja Selebah.

Pada musim gaduh tahun ini, tak kurang dua ribu hektar lebih ditanami padi dan selebihnya ditanam palawija seperti jagung, kacang tanah dan lainnya.
"Petani khawatir kekurangan air. Sehingga mereka menanami sawah dengan palawija seperti jagung dan kacang tanah,"ujar Irianto.

Akibat dampak kemarau dan menipisnya sumber air dari tiga aliran sungai trsebut, debit air yang masuk atau inflow ke dalam danau saat ini tak lebih 0,838 meter kubik perdetik.

Sedangan pasokan air yang dibutuhkan atau out flow tak kurang 2,629 meter kubik perdetik.
"Meskipun pasokan air yang masuk tak sebanding dengan air yang keluar, petani tak perlu khawatir sawah mereka akan kekeringan atau kurang air,"tegas Irianto.

Karena masim gaduh akan berakhir Agustus, maka petani dipastikan akan memanen tanaman padi mereka tanpa kekurangan air. Dari lahan dua ribu hektar yang ditanami saat ini akan menghasilkan 12 ribu ton padi dengan estimasi enam ton per hektar.
"Insya Allah September atau awal Oktober musim penghujan akan tiba dan petani masuk musim rendeng,"tandas Irianto.
(Khairuddin)