Helo Indonesia

KMP Virgo Tenggelam di Masalembo, 6 Tewas, 130 Belum Terkonfirmasi

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
2 jam 12 menit lalu
    Bagikan  
TENGGELAM
HELO LAMPUNG

TENGGELAM - KMP Virgo

HELOINDONESIA.COM — Musibah laut kembali mengguncang perairan Indonesia. Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Kapal yang mengangkut ratusan orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami kondisi miring (listing) sebelum kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WIB. Cuaca buruk disebut menjadi salah satu faktor yang menyertai kecelakaan tersebut.

Data terbaru yang dihimpun pada Senin (14/9/2026), dari sekitar 243 orang yang berada di atas kapal, sedikitnya 107 orang telah ditemukan selamat, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 130 orang yang belum terkonfirmasi keberadaannya.

Operasi pencarian dan pertolongan terus digelar tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.

Kapal tanker Pertamina Ikut Selamatkan Korban

Salah satu penyelamatan dramatis dilakukan kapal tanker MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga.
Saat sedang berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban, awak MT Mauhau menerima informasi melalui radio VHF mengenai kapal Virgo Transport 8 yang mengalami musibah.

Nakhoda dan awak kapal kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi 16 orang, termasuk nakhoda KMP Virgo Transport 8. Salah seorang korban mengalami luka pada bagian kaki dan mendapat penanganan di atas kapal tanker.

Sebagian korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Korban selamat dan jenazah selanjutnya ditangani di fasilitas kesehatan dan posko identifikasi.

Kapal sempat hilang kontak
KMP Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum kemudian hilang kontak di kawasan perairan Masalembo.

Tim SAR mengerahkan armada laut dan dukungan udara untuk menyisir lokasi. Pada tahap awal pencarian, antara lain dikerahkan KN SAR Laksmana, KA Evinala, KMP Haida, TB Mau Au 9, dan TB TCP. Basarnas juga mengerahkan helikopter dari Surabaya untuk membantu pencarian dari udara.

Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut besar. Data awal KSOP Banjarmasin menyebut KMP Virgo Transport 8 berukuran sekitar 8.540 GT dan membawa puluhan kru, mitra kerja, penumpang serta sopir dan kernet, berikut puluhan kendaraan.
Kesaksian penumpang: kapal mulai miring. 

Sejumlah penumpang yang selamat mulai menceritakan detik-detik sebelum kapal mengalami kecelakaan.
Salah seorang penyintas, Ahmad Saudi, mengaku tidak mendengar alarm peringatan ketika kapal mulai miring. Ia juga menyebut tidak mendapat pemberitahuan dari petugas kapal mengenai kondisi darurat tersebut. Kesaksian ini masih perlu dikonfirmasi dan didalami oleh pihak berwenang dalam penyelidikan kecelakaan.

DPR minta Kemenhub dipanggil
Musibah KMP Virgo Transport 8 juga mendapat perhatian DPR. Komisi V DPR menyatakan akan memanggil Kementerian Perhubungan, pihak syahbandar serta operator kapal untuk meminta penjelasan mengenai kecelakaan tersebut.

Pemanggilan itu penting untuk mengurai penyebab kecelakaan, termasuk aspek kelayakan kapal, kondisi pelayaran, cuaca, prosedur keselamatan dan kesiapan evakuasi penumpang.

Sementara itu, operasi SAR masih berlangsung. Fokus utama petugas adalah menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya serta memastikan seluruh penumpang dan awak kapal terdata.

Laut Jawa belum benar-benar tenang. Di tengah luasnya perairan Masalembo, pencarian masih berlangsung—menyisakan harapan agar mereka yang belum ditemukan dapat kembali kepada keluarganya.(Mikhy)