Helo Indonesia

Naoto Fukasawa Terpukau dengan Tubaba: Ini Seperti Surga, Soroti Masa Depan yang Selaras dengan Alam

Rabu, 5 Agustus 2026 14:18
    Bagikan  
Naoto Fukasawa Terpukau dengan Tubaba: Ini Seperti Surga, Soroti Masa Depan yang Selaras dengan Alam

Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba),

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kembali menjadi sorotan dunia internasional. Kali ini, perhatian datang dari salah satu desainer produk paling berpengaruh di dunia asal Jepang, Naoto Fukasawa, yang datang langsung untuk mengeksplorasi arsitektur, budaya, serta ekosistem kreatif yang berkembang di daerah tersebut.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) itu menjadi lebih dari sekadar perjalanan melihat karya arsitektur. Momen tersebut menjelma sebagai ruang dialog antara perspektif desain kelas dunia dengan nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi fondasi pembangunan Tubaba.

Didampingi sejumlah insan kreatif dan profesional, Fukasawa mengunjungi berbagai ikon dan ruang kreatif di Tubaba, di antaranya Rumah Baduy, Sekolah Seni Tubaba, Studio Keramik Tanoh Nughik, Islamic Center Tubaba, hingga Taman Seribu Batu Las Sengok. Setiap lokasi memperlihatkan bagaimana daerah tersebut memadukan seni, budaya, pendidikan, dan ruang publik dalam satu kesatuan yang harmonis.

Dalam dialog bersama para pegiat kreatif, Fukasawa mengajak semua pihak untuk memikirkan kembali makna kemajuan. Menurutnya, masa depan tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya inovasi atau produk baru yang diciptakan, melainkan dari kemampuan manusia menjaga keseimbangan dengan alam.

«"Semua orang bicara tentang masa depan. Tapi kita perlu berhati-hati, masa depan seperti apa yang sebenarnya ingin kita buat," ujar Fukasawa.»

Peraih pengakuan internasional melalui berbagai karya desain ikonik tersebut mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berkesan selama berada di Tubaba. Meski pertama kali tiba pada malam hari, ia langsung merasakan atmosfer kehidupan yang kuat dari kawasan tersebut. Setelah menyaksikan langsung lanskap, ruang publik, hingga aktivitas masyarakat, kesan itu semakin menguat.

«"Bagi saya, ini seperti surga," ungkapnya.»

Fukasawa menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir dirinya semakin selektif dalam menciptakan karya desain. Baginya, desain bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi harus memiliki makna, memberi manfaat bagi kehidupan, dan tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan.

Ia menilai hubungan antara manusia dan alam merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, setiap gagasan tentang masa depan harus dibangun di atas prinsip keberlanjutan.

«"Kita tidak boleh berhenti menciptakan masa depan. Tapi masa depan itu harus lebih baik, dan kita tidak boleh meninggalkan alam," tegasnya.»

Kehadiran Naoto Fukasawa di Tubaba menjadi pengakuan tersendiri atas berkembangnya ekosistem kreatif di daerah tersebut. Di tengah derasnya arus modernisasi, Tubaba dinilai menawarkan pendekatan pembangunan yang berbeda, yakni mengedepankan harmoni antara budaya, arsitektur, manusia, dan kelestarian alam sebagai satu kesatuan.

Kunjungan tokoh desain kelas dunia ini sekaligus memperkuat posisi Tubaba sebagai salah satu daerah di Indonesia yang berhasil membangun identitas melalui kreativitas dan budaya. Ketertarikan Fukasawa menjadi bukti bahwa nilai-nilai lokal yang dirawat dengan konsisten mampu menarik perhatian dunia serta membuka peluang kolaborasi internasional di bidang desain, arsitektur, dan pengembangan kawasan berkelanjutan.

(Rohman)