Helo Indonesia

Warga Sasaran Screening TBC di Labuhan Ratu Dapat Stimulan Transportasi Rp30 Ribu

47 menit lalu
    Bagikan  
Warga Sasaran Screening TBC di Labuhan Ratu Dapat Stimulan Transportasi Rp30 Ribu
HELO LAMPUNG

Kepala Puskesmas Labuhan Ratu, Sumiyati Sukardi.( Foto Hajim).

LAMPUNG,  HELOINDONESIA.COM ---- Puskesmas Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung, terus melakukan pemeriksaan dan pelacakan tuberkulosis (TBC) secara aktif di tengah masyarakat. Program ini dilakukan untuk menemukan kasus TBC lebih cepat sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

Dalam kegiatan screening tersebut, warga yang menjadi sasaran pemeriksaan dan hadir mengikuti pemeriksaan mendapatkan dana stimulan transportasi sebesar Rp30 ribu.

undefined

Kepala Puskesmas Labuhan Ratu, Sumiyati Sukardi, menegaskan bahwa pemberian uang tersebut bukan berarti penerima dinyatakan positif TBC.

“Dana stimulan tersebut bukan diberikan berdasarkan status seseorang sebagai pasien TBC, melainkan sebagai dukungan transportasi bagi warga sasaran yang datang untuk mengikuti pemeriksaan,” kata Sumiyati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).

Sasar Kontak Serumah dan Kontak Erat

Screening terutama ditujukan kepada orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Pemeriksaan juga menyasar kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko, termasuk perokok berat.

Menurut Sumiyati, pendekatan ini dilakukan karena TBC tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Seseorang yang telah terinfeksi dapat saja belum mengalami keluhan, tetapi kemudian berkembang menjadi TBC aktif.

"Karena itu, masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC tetap dianjurkan mengikuti pemeriksaan meskipun merasa sehat," tuturnya.

Tiga Kasus TBC Ditemukan

Kegiatan screening di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu telah dimulai sejak 20 Juli 2026 dan dilaksanakan di enam lokus.Hingga 19 Agustus 2026, sebanyak lima lokus telah selesai dilaksanakan, sementara satu lokus masih tersisa.

" Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah kasus TBC yang sebelumnya belum diketahui. Khusus melalui screening kontak erat, ditemukan tiga kasus TBC di wilayah Labuhan Ratu," ujarnya.

"Warga yang dinyatakan positif kemudian diarahkan untuk mendapatkan pengobatan antituberkulosis atau OAT. Sementara itu, kontak yang tidak dinyatakan menderita TBC tetapi memenuhi kriteria pencegahan dapat diberikan terapi pencegahan TBC (TPT)," terang Sumiyati.

Jangan Tunggu Gejala Berat

Puskesmas mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang dapat mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, demam, tubuh lemah, dan berkeringat pada malam hari.

"Penularan TBC paru dapat terjadi melalui udara ketika penderita yang menular batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, petugas juga terus memberikan edukasi mengenai etika batuk, penggunaan masker, serta pengelolaan dahak," jelasnya.

Sumiyati menjelaskan, pemerintah kini mendorong perubahan pola penanganan TBC. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, kini petugas juga aktif mencari kasus hingga ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Tujuannya adalah menemukan penderita lebih cepat agar segera mendapatkan pengobatan, sekaligus melindungi orang-orang yang berada di sekitarnya.Dengan demikian, warga yang menerima stimulan Rp30 ribu bukan otomatis pasien TBC.

" Uang tersebut merupakan dukungan transportasi bagi warga yang memang menjadi sasaran pemeriksaan dan bersedia datang mengikuti screening," terang dia.

"Program tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, terutama bagi mereka yang pernah kontak erat dengan pasien TBC," tandasnya.( Hajim)