Helo Indonesia

Dukung World Class University, Biologi Undip Gelar Sharing Session Beasiswa Luar Negeri

1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
Dukung World Class University, Biologi Undip Gelar Sharing Session Beasiswa Luar Negeri

Kegiatan Sharing Session Alumni 2026 bertajuk “Tips dan Trick Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri yang digelar Departemen Biologi FSM Undip

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Sharing Session Alumni 2026 bertajuk “Tips dan Trick Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri” secara daring pada Sabtu 29 Agustus 2026 lalu.

Acara ini diikuti oleh ratusan mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri.

Ketua Departemen Biologi FSM Undip, Rully Rahadian PhD bersama Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FSM Undip, Dr Eng Adi Wibowo, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya persiapan rekam jejak akademik dan kompetensi global sejak awal masa perkuliahan. Agenda ini sekaligus menjadi langkah nyata FSM Undip dalam mendukung visi World Class University (WCU).

Penyelenggaraan Sharing Session Alumni UNDIP 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Biologi FSM UNDIP dalam mendukung World Class University (WCU) melalui penguatan wawasan internasional, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta perluasan jejaring akademik dengan alumni yang telah berkiprah di luar negeri.

Kehadiran alumni yang melanjutkan studi dan berkarier di institusi internasional diharapkan dapat memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa mengenai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus membangun karier pada lingkungan akademik global.
Dalam kesempatan tersebut, Departemen Biologi menghadirkan dua alumni yang telah melanjutkan perjalanan akademiknya di luar negeri, yaitu Dr Eng Filemon Jalu N. Putra dari Kobe University, Jepang, dan Farras Daffa Imtiyaz PhD. dari University of Poitiers, Prancis.

Kedua alumni tersebut berbagi pengalaman mengenai persiapan studi lanjut, strategi memperoleh beasiswa, pengembangan rekam jejak akademik, kemampuan bahasa, hingga adaptasi terhadap lingkungan akademik internasional.

Pada sesi pertama, Filemon Jalu N. Putra membagikan pengalaman perjalanan akademiknya dari jenjang sarjana hingga doktoral serta berbagai hal yang dapat dipersiapkan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Dia menekankan pentingnya memiliki target pengembangan diri pada setiap tahapan studi dan memanfaatkan berbagai kesempatan akademik maupun nonakademik untuk membangun rekam jejak yang kuat.
Filemon juga menjelaskan pentingnya memaksimalkan pengalaman magang, proyek, penelitian, dan kegiatan laboratorium.

''Keterampilan teknis yang diperoleh selama masa studi, seperti PCR maupun penggunaan perangkat lunak statistik, dapat menjadi nilai tambah yang perlu dikomunikasikan secara tepat dalam curriculum vitae,'' bebernya.

Baca juga: Dosen Teknik Sipil USM Ciptakan Rumah Apung Styrofoam Berpelapis Beton Ringan

Selain itu, dia memperkenalkan sejumlah peluang beasiswa untuk melanjutkan studi di Jepang, termasuk MEXT, baik melalui jalur Government to Government maupun University to University, serta LPDP dan berbagai skema beasiswa lainnya.

Sesi berikutnya dilanjutkan olehFarras Daffa Imtiyaz yang saat ini berafiliasi dengan University of Poitiers, Prancis. Dia memberikan wawasan mengenai berbagai peluang beasiswa di Eropa, antara lain Eiffel Excellence Scholarship, Bourse du Gouvernement Français (BGF), Erasmus+, dan LPDP.

Farras menekankan pentingnya membangun CV akademik sejak masa perkuliahan dengan menampilkan pengalaman yang relevan, seperti praktikum, keterlibatan dalam penelitian, asisten riset, maupun proyek laboratorium. Beliau juga menjelaskan pentingnya menghubungkan pengalaman penelitian atau skripsi pada jenjang sarjana dengan rencana studi di universitas tujuan sehingga mahasiswa memiliki arah akademik yang jelas dan relevan.

Kedua sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai persiapan studi luar negeri, pengembangan CV akademik, pengalaman penelitian, strategi memilih beasiswa, persiapan bahasa, hingga pemilihan universitas dan calon pembimbing.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi FSM UNDIP berupaya mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kompetensi dan rekam jejak akademik sejak awal masa studi. (Aji)