LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM— Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung. Dalam empat hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mencatat 4.952 jiwa dari 1.128 KK telah menerima bantuan distribusi air bersih.
Distribusi dilakukan sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026. Dalam periode tersebut, BPBD mencatat 25 laporan pendistribusian air bersih di sejumlah titik yang mengalami kekeringan maupun gangguan sumber air.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung, Idham Syahputra, mengatakan distribusi dilakukan sebagai bentuk penanganan sementara bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Atas arahan Wali Kota Bunda Eva Dwiana, kami melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan air," kata Idham saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Distribusi paling banyak dilakukan pada 2 September, yakni di 10 lokasi dengan 369 KK atau 1.852 jiwa penerima.Kemudian pada 3 September, BPBD menyalurkan air bersih ke delapan lokasi dengan jumlah penerima mencapai 382 KK atau 1.535 jiwa.
Sementara pada 31 Agustus, distribusi dilakukan di empat lokasi dengan 273 KK atau 1.015 jiwa. Pada 1 September, terdapat tiga lokasi distribusi dengan 104 KK atau 550 jiwa penerima.
Way Laga Berulang Kali Disuplai
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi.Di kawasan tersebut, sejumlah titik bahkan tercatat menerima distribusi air bersih lebih dari sekali dalam beberapa hari.
Idham menyebut Jalan Raya Suban RT 18 LK II menerima distribusi pada 31 Agustus, 1 September, dan 2 September.Sedangkan Jalan Raya Suban RT 17 LK II mendapat distribusi pada 1 dan 2 September 2026.
"Di Jalan Raya Suban RT 18 LK II, distribusi dilakukan pada 31 Agustus, 1 September, dan 2 September. Sementara Jalan Raya Suban RT 17 LK II tercatat menerima distribusi pada 1 dan 2 September," jelasnya.
Selain dua titik tersebut, BPBD juga mendistribusikan air ke Jalan Raya Suban RT 20 LK II, Jalan Walakuba RT 19 LK II, Jalan Raya Suban Kampung Batu Suluh RT 18 dan RT 17, serta Pondok Pesantren Syifa'u Sudur.
Berulangnya distribusi di sejumlah titik Way Laga menunjukkan kebutuhan air bersih di kawasan tersebut belum sepenuhnya teratasi.
Mesin Sumur Bor Pesantren Rusak
Bantuan air bersih juga diberikan kepada Pondok Pesantren Syifa'u Sudur di kawasan Way Laga.Namun, kebutuhan air di pesantren tersebut bukan semata akibat kekeringan sumur warga. Distribusi dilakukan karena mesin sumur bor mengalami kerusakan.Sebanyak 50 santri dan santriwati tercatat menerima bantuan air bersih.
Sukabumi Penerima Terbanyak
Berdasarkan data BPBD yang dikelompokkan berdasarkan kecamatan, Sukabumi menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 2.330 jiwa dari 505 KK.Disusul Kecamatan Panjang dengan 900 jiwa, Teluk Betung Timur 385 jiwa, Wayhalim 290 jiwa, Rajabasa 150 jiwa, Sukarame 52 jiwa, dan Tanjung Karang Pusat 30 jiwa.
Idham memastikan BPBD masih melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
"BPBD Kota Bandarlampung terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan," ujarnya.
" Menurutnya, distribusi air tersebut merupakan langkah penanganan sementara bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan maupun gangguan pada sumber air," tandasnya.(Hajim).
