LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan DPC Asosiasi Linmas Indonesia (ASLIMAS) yang diketuai Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kota Bandarlampung.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan Kemah Bakti Satya Linmas Kota Bandarlampung yang diikuti sekitar 4.000 anggota Linmas se-Kota Bandarlampung.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Dr. (HC) Raffi Farid Ahmad; Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H.; Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, S.H., M.H.; serta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E.
Hadir pula Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M.; Wakil Direktur Utama PT Pegadaian Budi Walusesilo; Direktur Network and Retail Funding Bank Mandiri Jan Widjasono Tambunan, serta Sekretaris Jenderal DPP ASLIMAS Aditya Yusma Perdana.
Dari unsur TNI-Polri dan Forkopimda Lampung hadir Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.; Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfy Assegaf; Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H.; serta Ketua DPRD Provinsi Lampung yang diwakili Anggota DPRD Provinsi Lampung Warul Fauzi Silalahi, S.H.
Turut hadir Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Lampung Suryono S serta Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa rasa aman merupakan salah satu fondasi utama pembangunan.
“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan, tidak ada investasi tanpa ketertiban. Dan tidak ada desa, kampung, maupun kelurahan yang dapat berkembang apabila masyarakatnya hidup dalam rasa khawatir,” ujar Mirzani,Kamis.(24/6/2026). di Bumi Perkemahan Karya Bakti Herman H.N., Jalan Kepayang, Kemiling Permai.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat. Rasa aman juga lahir dari kepedulian masyarakat yang hadir ketika warga membutuhkan bantuan.
Ia menilai anggota Satlinmas memiliki posisi penting karena berada dekat dengan masyarakat dan kerap menjadi pihak pertama yang mengetahui berbagai persoalan di lingkungan.
“Saudara-saudara mungkin tidak selalu berada di depan kamera, tetapi saudara-saudaralah yang sering kali menjadi orang pertama yang mengetahui ketika terjadi persoalan,” katanya.
Mirzani menyebut anggota Satlinmas juga berperan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana, menghadapi kesulitan, serta menjaga agar kehidupan di lingkungan desa maupun kelurahan tetap berjalan dengan baik.
“Itulah pengabdian yang sesungguhnya,” tegasnya.
Satlinmas Berperan dalam Perlindungan Masyarakat
Mirzani menegaskan bahwa peran Satlinmas saat ini telah berkembang. Mengacu pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, Satlinmas tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki peran dalam pelayanan serta perlindungan masyarakat.
“Satlinmas hadir dengan pendekatan yang humanis. Menenangkan ketika terjadi persoalan, melindungi ketika ada ancaman, dan membantu ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Karena itu, menurut Mirzani, kegiatan Kemah Bakti Satya Linmas memiliki arti penting untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota.
“Di sinilah kita membangun disiplin. Di sinilah kita meningkatkan kapasitas. Di sinilah kita memperkuat solidaritas. Dan di sinilah kita memantapkan kesiapsiagaan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Karena itu, anggota Satlinmas diminta terus belajar, berlatih, membangun koordinasi, dan meningkatkan kesiapan dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Pengukuhan Bukan Sekadar Seremoni
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan bahwa pengukuhan Satlinmas dan ABPEDNAS bukan sekadar seremoni.
“Bagi saya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Bukan sekadar memasang pin atau menyerahkan petaka. Lebih dari itu, hari ini kita memperbarui sebuah komitmen dan amanah,” ujar Mirzani.
Ia berharap setelah kembali ke desa dan kelurahan masing-masing, para anggota mampu menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya.
Terkait keberadaan ABPEDNAS, Mirzani mengatakan organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan aspirasi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami sadar dan kami yakin bahwa desa dan kelurahan yang kuat akan menjadikan Lampung yang kuat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur dan fasilitas fisik. Pembangunan manusia juga menjadi bagian yang sangat penting.
“Ketika kelurahan aman, ekonomi akan bergerak. Ketika masyarakat merasa terlindungi, usaha akan tumbuh, pelayanan semakin dekat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada anggota ABPEDNAS agar terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, membangun desa melalui musyawarah, memperkuat kebersamaan, mendengarkan suara masyarakat, serta menjaga persatuan.
“Karena sekali lagi, desa dan kelurahan yang maju adalah desa dan kelurahan yang masyarakatnya bersatu, aman, dan saling peduli. Dari desa yang kuat, kita bangun Lampung yang kuat,” tuturnya.
“Dari masyarakat yang aman, kita wujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dan dari pengabdian, kita hadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mari kita terus bergerak bersama, bekerja bersama, dan mengabdi bersama untuk masyarakat, untuk desa dan kelurahan, serta untuk Provinsi Lampung yang kita cintai,” tutupnya. (Hajim)
