Helo Indonesia

Usai Unras dan Audiensi di DPR RI, Massa Aksi Buruh dari KBPBI Meninggalkan Lokasi

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Peristiwa
1 jam 19 menit lalu
    Bagikan  
Massa aksi bubar
heloindonesia

Massa aksi bubar - Massa buruh yang tergabung dalam KBPBI, beraudiensi dengan pimpinan DPR RI.

JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Usai audiensi dengan pimpinan DPR RI dan menyampaikan hasil pertemuan, buruh membubarkan aksinya. Massa  yang tergabung dari 37 perwakilan KBPBI (Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia) semula melakukan Unras (unjuk rasa) di DPR RI, Senayan, Jakarta, secara betahap meninggalkan lokasi menggunakan beberapa bus.

"Pertemuan tersebut digunakan para wakil buruh KBPBI, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait isu ketenagakerjaan. Perwakilan buruh diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, pada Selasa (29/9/2026) di Jakarta.

Dia katakan, audiensi berlangsung selama stu jam di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, mulai pukul 13.27 WIB hingga 14.27 WIB. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan buruh menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu ketenagakerjaan. Setelah audiensi selesai, para perwakilan kembali menemui peserta aksi untuk menyampaikan hasil dialog. Massa kemudian meninggalkan kawasan DPR/MPR RI secara bertahap dan tertib.

Personel Polda Metro Jaya tetap memberikan pelayanan dan pengamanan di sekitar lokasi, termasuk melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Kabidhumas Kombes Budi Hermanto menyampaikan apresiasi, kepada seluruh peserta yang telah menggunakan ruang penyampaian pendapat secara damai dan bertanggung jawab. Penyampaian pendapat yang berlangsung tertib, menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, koordinator lapangan, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban. Kami berharap semangat saling menghormati seperti ini terus terjaga agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tetap menghormati aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.