LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional VII mengundang media untuk silaturahmi dan meningkatkan sinergisitas di lantai 2 Vesco Cafe, Jl. Sultan Agung, Kota Bandarlampung, Jumat (30/10/2026).
Mario Ellyando Zein yang baru enam bulan menjabat Corporate Secretary, mengatakan media adalah mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Dia menyadari pentingnya komunikasi yang baik antarkedua pihak.
"Kami ingin mengenal lebih dekat mereka yang ada di balik media selama ini," ujarnya. Mario mengapresiasi peran media yang selama ini membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dia melihat pentingnya komunikasi dua arah agar akurat serta berimbang.
Pertemuan tersebut diharapkannya menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara PTPN IV Regional VII dan insan pers melalui penyediaan data yang terverifikasi, narasumber yang mudah dihubungi, serta penjelasan yang memadai terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Dalam diskusi, perwakilan media turut memberikan pandangan mengenai pentingnya keterbukaan komunikasi guna memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya menjawab keingintahuan publik di era digitalisasi saat ini.
Heloindonesia.com mengharapkan PTPN ikut membantu kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait kegiatan usaha, dampak ekonomi, lingkungan, dan hubungan dengan masyarakat sekitarnya.
Keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan tak hanya sebatas kabar positif atau pencapaian korporasi, tetapi juga menjawab pertanyaan publik yang relevan dengan kegiatan dan tanggung jawab perusahaan.
Keterbukaan juga perlu diwujudkan dalam mekanisme yang jelas, terutama ketika media membutuhkan konfirmasi mengenai kegiatan operasional, kemitraan dengan petani, pengelolaan lingkungan, maupun persoalan sosial di sekitar perkebunan.
Sebaliknya, perusahaan membutuhkan komunikasi yang terbuka agar setiap persoalan dapat dijelaskan berdasarkan data dan fakta, bukan berkembang menjadi spekulasi akibat minimnya informasi.
Mengelola perkebunan sawit di tiga provinsi.
Profil PTPN IV Regional VII
Perusahaan ini merupakan bagian dari PTPN IV PalmCo, subholding perkebunan di bawah Holding Perkebunan Nusantara. Regional VII menjalankan kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Wilayah kerja tersebut menempatkan perusahaan dalam mata rantai penting industri sawit regional. Aktivitas perkebunan dan pengolahan hasilnya berkaitan dengan produktivitas lahan, penyerapan tenaga kerja, kebutuhan industri pengolahan, serta hubungan kemitraan dengan petani dan masyarakat di sekitar kebun.
Besarnya peran industri sawit juga tercermin dalam data Pemerintah Provinsi Lampung. Pada 2025, luas perkebunan kelapa sawit di Lampung tercatat sekitar 199.466 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 114.682 hektare merupakan perkebunan rakyat, 75.413 hektare perkebunan swasta, dan sekitar 10.000 hektare dikelola PTPN IV.
Data tersebut menunjukkan bahwa perkebunan rakyat mendominasi luas areal sawit di Lampung. Karena itu, perkembangan industri sawit tidak hanya menyangkut kinerja perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan petani, produktivitas kebun, stabilitas harga tandan buah segar (TBS), dan keberlanjutan lingkungan. (HBM)
