LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengantisipasi banjir dengan membersihkan drainase dan sungai menemukan persoalan lain. Di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Enggal, petugas menemukan sisa limbah lemak yang diduga berasal dari aktivitas Rumah Makan Putih Minang masuk ke saluran drainase.
Temuan tersebut terungkap saat Tim Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Bencana bersama jajaran kecamatan melakukan pembersihan saluran air.

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP mengangkat sampah serta endapan sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air.
Camat Enggal, Supriyadi, mengatakan petugas menemukan limbah lemak yang diduga berasal dari aktivitas Rumah Makan Putih Minang dan terbawa ke saluran drainase.
Pihak kecamatan kemudian meminta pengelola rumah makan menyediakan tempat penampungan serta memasang filter khusus lemak agar limbah tidak langsung masuk ke saluran umum.
Pimpinan Rumah Makan Putih Minang, Rudi, menyatakan kesiapannya melakukan perbaikan dengan menambahkan saringan lemak untuk mencegah limbah kembali mencemari drainase.
Satgas Minta Grease Filter Dievaluasi
Temuan tersebut menjadi perhatian Tim Satgas yang kemudian melakukan pemantauan lanjutan. Meski pengelola menyampaikan bahwa sistem kontrol dan penyaringan limbah yang tersedia telah berfungsi serta menghasilkan air buangan yang tampak jernih, petugas masih menemukan sisa lemak yang lolos dari proses penyaringan.
Menanggapi hal itu, Idham Basyar Sahputra yang mewakili Tim Satgas meminta pengelola melakukan evaluasi dan revitalisasi sistem penyaringan limbah, terutama dengan mengoptimalkan penggunaan saringan khusus lemak atau grease filter.
"Perbaikan sistem penyaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengolahan limbah, sehingga sisa lemak dapat tertahan sebelum air buangan dialirkan ke drainase," ujar Idham.
Pembersihan Sungai dan Drainase Diintensifkan
Di sisi lain, Pemkot Bandarlampung juga mengintensifkan pembersihan saluran air, drainase, dan sungai di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.
Kegiatan ini melibatkan jajaran kecamatan, kelurahan, serta Satgas Mitigasi Bencana. Pembersihan difokuskan pada titik-titik rawan genangan dan banjir akibat meningkatnya debit air ketika hujan deras.
Di Kecamatan Teluk Betung Utara, pembersihan saluran air dan sungai dilakukan melalui kegiatan gotong royong dengan melibatkan aparatur kelurahan. Petugas menggunakan peralatan manual yang disediakan masing-masing kelurahan.
Camat Teluk Betung Utara, Zolahuddin, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pembersihan drainase dan sungai. Namun, untuk pekerjaan yang membutuhkan penanganan lebih besar, pihaknya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mendapatkan bantuan alat berat.
"Semaksimal mungkin kami laksanakan secara manual dengan bantuan peralatan yang disediakan oleh lurah. Namun demikian, kami juga selalu berkoordinasi dengan dinas terkait atau OPD untuk mendapatkan bantuan alat berat apabila pekerjaan tidak memungkinkan dilakukan secara manual," ungkap Zolahuddin, Selasa (3/11/2026).
Selain melibatkan aparatur kelurahan, kegiatan pembersihan juga dilakukan bersama Satgas Mitigasi Bencana di sejumlah lokasi.
Salah satu fokus penanganan adalah aliran Way Kupang dan Terusan Way Kupang. Kedua aliran tersebut menjadi jalur penampungan air dari sejumlah wilayah, termasuk enam kelurahan yang bermuara ke saluran sungai tersebut.
Koordinasi lintas wilayah dan dinas terkait terus dilakukan agar penanganan sungai dan saluran air berjalan optimal, terutama dalam menghadapi peningkatan debit air selama musim hujan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Bandarlampung berharap kebersihan saluran air dan sungai tetap terjaga, fungsi drainase berjalan optimal, serta risiko banjir dan genangan dapat diminimalkan.
Pemerintah juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memastikan limbah usaha diolah dengan baik sebelum dialirkan ke saluran umum.
"Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam mencegah banjir dan menjaga lingkungan Kota Bandarlampung tetap bersih serta aman selama musim hujan," tandas Idham Basyar Sahputra.
(Hajim)
