Helo Indonesia

Miris, PPDB Sekolah Dasar di Weleri Hanya Diminati Satu Siswa

Selasa, 18 Juli 2023 14:18
    Bagikan  
Miris, PPDB Sekolah Dasar di Weleri Hanya Diminati Satu Siswa

Seorang guru tengah mengajarkan mata pelajaran ke satu-satunya siswa di SDN 3 Weleri. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Miris, salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023/2024 hanya hanya mendapat satu siswa. Sekolah tersebut yakni SD Negeri 3 Weleri yang letaknya bersebelahan dengan SD Negeri 2 Weleri.

Jumlah siswa SDN 3 Weleri dari kelas 1 hingga 6 total ada sebanyak 32 siswa. Bahkan satu-satunya siswa kelas 1 SDN 3 yang bernama Fatahilah Muhammad Rizky terlihat bersemangat mengikuti pelajaran membaca dan menulis yang diajarkan gurunya.

Baca juga: Pornas Korpri Jadi Ajang Memacu Atlet Gateball di Kalangan ASN

Kepala Sekolah SDN 3 Weleri, Hary Sucipto mengatakan, meski hanya mendapat satu siswa namun pihak sekolah tetap menjalankan aktivitas mengajar seperti pada umumnya.

"Kami tetap melaksanakan aktivitas mengajar pada umumnya. Dan keadaan guru di sekolah kami juga komplit. Mulai guru kelas 1 sampai 6 ada. Guru agama juga ada, guru olahraga juga ada," terang Hary Sucipto, Selasa 18 Juli 2023.

sepi siswa

Faktor penyebab sepinya siswa yang mendaftar di SDN 3 Weleri menurut Hary Sucipto yakni adalah faktor lingkungan, lantaran sekolah tersebut terletak bersebelahan dengan SDN 2 Weleri.

"Kemungkinan penyebabnya dari lingkungan. Orang tua mungkin lebih selektif untuk memilih sekolah. Karena ini berdekatan dengan SD Negeri 2 Weleri," paparnya.

Dirinya berharap, ada pendampingan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal untuk mengurai permasalahan terkait permasalahan minimnya jumlah siswa tersebut.

Baca juga: Pendukung Ganjar Pranowo Tolak Usul Prabowo Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro

Sementara, Plt Sekretaris Disdikbud Kendal, Sulardi mengatakan, di Kabupaten Kendal ada 28 sekolah yang minim siswa. Hal tersebut menurutnya, karen banyak para orang tua murid yang lebih suka menitipkan anak-anak mereka di pondok pesantren.

"Yang SDN 3 Weleri itu ada satu, kalau di SDN Truko ada empat. Kadang sekolah itu juga tidak mempresentasikan keunggulan sekolah yang ada di wilayah terdekat itu. Selain itu kecenderungan orangtua yang lebih suka menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren. Pada intinya orang tua berhak memilih sekolah mana yang mereka inginkan" ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan minimnya peserta didik di beberapa sekolah tersebut, Disdikbud bakal mengumpulkan sekolah mitra yakni TK maupun PAUD terdekat untuk memberikan presentasi keunggulan dari sekolah-sekolah tersebut.

"Ini akan menjadi evaluasi kami, pembenahan kami ke dalam. Kami juga berharap untuk 28 sekolah yang kekurangan siswa itu ada inovasi-inovasi baru agar orangtua bisa yakin maauk sekolah yang mereka tuju," harap Sulardi.

Ditambahkan dia, Disdikbud telah berencana menggabungkan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa tersebut dengan sekolah lainnya.

"Kami masih proses olah data, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai dan akan kami publikasikan ke masyarakat bahwa SD yang layak digabung akan kita gabung," imbuhnya. (Anik)