SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayi mengimbau masyarakat untuk menghemat dalam penggunaan air. Mengingat, musim kemarau tahun ini lebih panjang dan memiliki suhu yang lebih tinggi daripada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya
Imbauan Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu disampaikan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih untuk warganya. Sejauh ini beberapa wilayah di Kota Semarang terjadi kekurangan air bersih.
Unti itu, Pemkot Semarang terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kota Semarang. Mbak Ita mengungkapkan, jika Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan segera meresmikan PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Kota Semarang.
Peresmian tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan September, nantinya terdapat PAMSIMAS di enam titik wilayah yang sering kali mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Air Bersih
“Dengan adanya itu (musim kemarau), saya memang minta karena di BPBD (kota Semarang) ada tapi terbatas, kami minta dari PDAM, juga perusahaan-perusahan untuk saling membantu. Kemudian, nanti ada PAMSIMAS, pengelolaan air bersih akan diresmikan, ada enam titik. Kami sedang menunggu dari bapak PUPR, mungkin nanti bisa kita tinjau dulu sebelum diresmikan menteri PUPR,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita di Balaikota Semarang, Rabu (30/8/2023).
Lebih lanjut, Mbak Ita menjelaskan mengenai perbedaan antara kekurangan air bersih dengan kekurangan air. Mengenai air bersih sendiri hanya difungsikan untuk memasak ataupun minum. Sedangkan air yang tidak bersih atau keruh hanya dapat difungsikan selain dari hal-hal yang dimakan maupun diminum.
“Jadi memang kalau kita berbicara tentang pemenuhan air bersih, memang sudah 3 bulan ini, sejak kemarau ada beberapa titik-titik seperti Jabungan, Rowosari, ini memang langganan kekurangan air bersih saat kemarau. Tapi tidak kekurangan air, beda ya, kalau kekurangan air bersih itu untuk masak, untuk minum. Karena sumurnya sudah keruh, sudah berbeda karena musim kemarau,” ucapnya.
“Kita juga mendorong pemanfaatan air ini dieman-eman (dihemat-hemat) lah. Karena nanti larinya juga ke polusi udara dan lain sebagainya. Apalagi sekarang musim kemaraunya panjang, kering dan suhunya tinggi,” tandasnya. (ADE)
