LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Musim kemarau seperti saat ini petani harus menghadapi kekurangan air dan juga harus menghadapi tantangan berat berupa rusaknya lahan persawahan akibat serangan hama wereng.
Rudi, salah satu penggarap sawah di Dusun Sukamarga, Desa Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran mengatakan, serangan hama wereng di lahan sawah yang digarapnya sudah dialaminya dari dua pekan yang lalu
"Kerusakan yang ditimbulkannya dari hama wereng ini terjadi dalam durasi yang cukup singkat, hanya dalam waktu dua malam saja bisa sampai seperti ini,” kata Rudi, Rabu (6/9/2023).
Ia mengatakan, dampak dari hama wereng itu, mengakibatkan hampir setengah hektar lahan sawah miliknya mengalami kerusakan.
Baca juga: 1 Tewas 3 Luka Akibat Mobil DPRD Pesibar Tabrak Pantat Truk di Tol
“Batangnya langsung berubah coklat, mengering dan kemudian mati. Apalagi musim kemarau seperti ini membuat pertumbuhan hama wereng sangat cepat, ditambah usia padi sudah hampir masuk dalam dua hingga satu setengah bulan untuk panen," ujarnya.
“Dalam kondisi tersebut hama wereng tak terkendali dan memakan saripati daripada padi itu sendiri,” tambahnya.
Menurut Rudi, lahan pertanian sawah yang digarapnya tersebut sudah dilakukan antisipasi dengan cara melakukan penyemprotan.
“Kondisi ini terasa cukup pelik, walaupun upaya penyemprotan dengan petisida berbagai merek telah dilakukan,” keluhnya.
Baca juga: Ketua DPC PKB Kendal Pastikan Koalisi Anies-Cak Imin Jadi Kekuatan Baru bagi PKB
Ia juga menuturkan, kerugian dari akibat hama wereng itu juga tak hanya dirasakan olehnya, para petani di desa setempat juga ada yang terserang hama wereng.
"Beruntung ada lahan sawah yang masih tersisa dan tidak terkena serangan hama. Saya sedang berupaya agar lahan sawah yang tersisa tak ikut mati diserang hama wereng," tuturnya.
Rudi juga mengatakan, pihak penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran telah turun mengecek keadaan lahan miliknya tersebut.
"Faktor kemarau juga berpengaruh dari perkembangbiakan hama wereng. Karena sebenarnya perkembangan hidup hama sangat dipengaruhi oleh suhu panas, curah hujan, maupun kelembaban udara, seperti saat ini,” pungkasnya. (Rama)
