18 ABK dapat Santunan dari Pemkab Kendal, Evakuasi Kapal Butuh Biaya

Rabu, 18 Desember 2024 18:33
Ade
SANTUNAN: Para ABK yang kapalnya karam saat hendak melaut menerima santunan. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal menyalurkan bantuan tali asih kepada para Anak Buah Kapal (ABK), dari kapal  nelayan yang karam saat hendak pulang melaut pada 4 Desember 2024 lalu.

Tali asih yang disalurkan dari Baznas Kendal ini diberikan kepada 18 ABK dimana masing-masing ABK sebesar Rp 300 ribu rupiah. Sebelumnya pemilik kapal juga telah menerima tali asih dari DKP dan KUD Mina Jaya Kendal sebesar Rp 1,5 juta.

Kepala DKP Kendal Hudi Sambodo menjelaskan, pemberian tali asih ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Kendal kepada nelayan yang mengalami musibah kapal karam beberapa hari lalu.

"Ini kita berikan santunan kita mintakan dari Baznas sebagai bentuk perhatian dari pemerintah kepada ABK yang terkena musibah. Dengan harapan ini bisa menyambung dapurnya selama mereka tidak melaut," ujar Hudi Sambodo.

Evakuasi

Hudi menerangkan, Pemkab Kendal juga akan berupaya untuk evakuasi kapal nelayan yang karam tersebut yang saat ini tertimbun pasir berada di muara atau pintu keluar masuk kapal ke TPI Tawang.

"Kemarin Pak Sekda juga sudah mengumpulkan stakeholder yang tujuannya adalah harus bisa evakuasi kapal. Mesin dan alat tangkap sudah diselamatkan. Tapi bangkai kapal ini tertimbun pasir dan menghalangi kapal lainnya jadi harus segera dievakuasi," terangnya.

Ia mengakui, pendakalan memang menjadi persoalan yang sering terjadi dan membuat para nelayan kesusahan saat keluar masuk saat melaut. Pihaknya juga sudah melakukan pengerukan namun hal ini dinilai tidak efektif menyelesaikan permasalahan sedimentasi.

"Ini sebelumnya susah dikeruk tapi muara dan laut ini kan sedimentasi terjadi dalam waktu yang singkat. Umpamanya sekarang dikeruk tiga bulan sudah masuk lagi. Kemarin sudah mengusulkan muara akan diperpanjang. Kalau dikeruk terus besok sedimentasi, dikeruk lagi sedimentasi lagi," bebernya.

Hudi mengimbau ditengah cuaca yang tidak bersahabat, para nelayan harus tetap berhati-hati dan waspada. Selain itu nelayan diimbau tidak sembrono dalam mengemudikan kapalnya.

Kapal Karam

"Yang namanya kapal karam untuk mengangkat ini butuh  biaya, operasional, tehnik yang tepat jadi jangan sembrono dan bersabar," imbuhnya.

Ketua KUD Mina Jaya Kendal, Pudjiharto menjelaskan, pihaknya menyalurkan santunan tali asih sebesar Rp 1.5 juta kepada pemilik kapal yang karam yang bersumber dari dana sosial KUD Mina Jaya.

"Untuk pemilik kapal sudah diberikan bantuan dari dana sosial melalui KUD dan DKP Kendal dan sudah diserahkan langsung kerumahnya kemarin," katanya.

Sementara, pemilik kapal Suwardi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh DKP Kendal kepada dirinya dan para ABK. "Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya, InsyaAllah ini bisa menolong kami," ujar Suwardi

Ia berharap, kapalnya yang karam tersebut bisa segera dievakuasi agar tidak menghalangi jalan bagi kapal lainnya. Selain itu kapalnya yang sudah hancur tersebut jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kapal lainnya yang  melintas.

"Biasanya kalau tenggelam itu kan istilahnya jadi tunggak. Dan tunggak itu kalau kena kapal yang lewat, kapalnya bisa berlubang dan pecah, kasihan teman-trman yang lain. Harapannya segera dieksekusi," harapnya.(Anik)

 

Berita Terkini