Jadi Rujukan Moderasi Beragama, Masyarakat Malaysia Kagumi Pesona MAJT

Kamis, 20 Februari 2025 16:57
Sekretaris PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg menyerahkan cenderamata MAJT kepada Dr Nik Suhaida Nik Abdul Majid. Foto: majt

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pesona Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang yang menuai kekaguman masyarakat internasional, semakin terbukti kebenarannya. Setelah berbagai masyarakat Eropa, Timur Tengah, Asia, berbondong ke MAJT, pada Kamis 20 Februari 2025, giliran perguruan tinggi Malaysia berkunjung ke salah satu masjid termegah di Indonesia ini.

“Kami sudah lama berkeinginan berkunjung ke MAJT, untuk belajar mengetahui banyak hal, termasuk belajar apa yang ada di MAJT, dari sisi agama, sebagai pusat moderasi beragama, situs-situs bersejarah hingga manajemen dalam kemandirian masjid,” kata Dr Nik Suhaida Abdul Majid, Ketua Program Dakwah dan Pengurusan Islam Universitas Sains Islam Malaysia.

Baca juga: Presiden RI ke-8 Lantik Ratusan Kepala Daerah di Istana Kepresidenan, Prabowo Saudara Pelayan dan Abdi Rakyat

Dr Nik Suhaida membawa 19 mahasiswa S1 ke MAJT untuk melihat langsung pesona dan kemegahan MAJT, karena selama ini baru bisa mengunjungi MAJT tersebut dari youtube dan platform dan media sosial lainnya.

“Kami sampaikan, MAJT sebagaimana masjid dikenal dan dikagumi oleh masyarakat Malaysia, maka kami bersukur dapat mengunjungi langsung hari ini,” tegasnya. Rombongan ini diterima sekretaris Pelaksana Pengelola MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg. Sejumlah pengurus yang mendampingi Drs KH Istajib AS, Drs KH Ahyani, Dr KH Muhammad Syaifudin, Dr Guruh Fadjar Sidik, H Isdiyanto Isman, dan Dr Heri Pamungkas.

Kiai Muhyiddin bersama pengurus lainnya menjelaskan, MAJT menjadi destinasi wisata religi sejak dibangun dan diresmikan Presiden ke-5 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Tahun 2006. Selain masyarakat internasional tentunya kunjungan wisatawan nusantara setiap hari tiada henti.

Rujukan Moderasi Beragama

MAJT menjadi rujukan dalam moderasi beragama internasional, dibuktikan banyak delegasi internasional berkunjung untuk belajar moderasi yang dikembangkan MAJT. Diantaranya masjid ini setiap salat Idulfitri didatangi para pemuka agama . Begitu salat Id selesai mereka menyalami jemaah yang jumlahnya ribuan guna, menyampaikan selamat Idulfitri.

Baca juga: Peran Lisa Blackpink dalam White Lotus Picu Ledakan Pariwisata di Thailand

Demkian pula misalnya perayaan hari Imlek dan hari raya agama lain, MAJT senantiasa diundang untuk hadir dalam resepsi. “Moderasi ini berjalan begitu indah,” katanya.

Di bidang peribadatan sehari-hari, MAJT sarat kegiatan. Mulai salat rawatib 5 waktu berjemaah, berbagai kajian kitab kuning, kajian tematik, tafsir Alquran, Riyadus Sholihin, Hafidul Qura'n, berbagai pengajian Akbar, menjadi program sehari-hari di MAJT.

Meski demikian, masjid ini dalam pembiaan pengembangan, perawatan dan operasional bersifat mandiri, tidak ada dukungan anggaran dari pemerintah provinsi Jawa Tengah. Pendapatannya diperoleh dari berbagai unit usaha persewaan convention hall, pendapatan parkir roda 4 dan roda 2 dari pengunjung dan lainnya. (Aji)

Berita Terkini