Kendal Kini Punya Cold Storage Bawang Merah, Diharapkan Stabilkan Stok dan Harga di Pasaran

Rabu, 28 Mei 2025 10:59
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau gudang penyimpanan bawang merah Cold Storage di Desa Krompakan. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Keberadaan gudang penyimpanan bawang merah Cold Storage di Desa Krompakan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal berguna menyimpan hasil panen bawang merah agar stok tetap terjaga. Selain itu,  menjadi salah satu langkah menstabilkan harga barang merah di pasaran.

Hal ini disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau cold storage di Desa Krompakan, Gemuh yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian RI tahun 2024 pada Selasa, 27 Mei 2025.

Baca juga: Dongkrak Ekonomi, Wagub Ajak Pemkab Rembang Berani Garap Kalender Event Pariwisata

Cold storage bawang merah adalah metode penyimpanan bawang merah dalam suhu dingin untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitasnya. 

Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika mengatakan, cold storage ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan bawang merah saat harganya sedang turun sebagai upaya menstabilkan harga terutama pada saat panen raya.

"Sebentar lagi kan panen raya, jadi Ini bisa dimanfaatkan untuk pengendalian harga saat harga jatuh bisa disimpan dulu. Nanti bawang merahnya bisa dikeluarkan dari cold storage untuk dijual kalau harganya sudah naik lagi," terang Mbak Tika.

Menurutnya, dengan metode penyimpanan di cold storage ini bawang merah bisa bertahan sekitar 6 bulan kedepan. Mbak Tika berharap petani bawang merah di Kendal dapat memanfaatkannya saat harga sedang turun para petani tidak merugi.

"Kalau dulu belum ada cold storage kan harga berapapun langsung dijual karena takut nanti bawang merahnya rusak, jadinya kan rugi. Kalau disimpan di cold storage bisa tahan sampai 6 bulan jadi kalau harga stabil bisa dikeluarkan lagi," ungkapnya.

Bendahara umum Champion Bawang Merah, Ahmad Sholeh menjelaskan, bantuan gudang bawang merah cold storage ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui alokasi DAK 2024 sebagai fasilitas untuk petani Champion.

"Champion itu yang dibentuk Kementan, yang tugasnya menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pertanian," katanya.

Pasokan Terjaga

Dia menuturkan, dengan adanya cold storage di Kendal diharapkan pasokan dan harga bawang merah bisa tetap terjaga dan stabil di pasaran. Terlebih Kendal merupakan tiga besar pemasok bawang merah di Indonesia dengan produksi rata-rata mencapai sekitar 36 ton pertahun.

Baca juga: 34 Ribu Tanah Wakaf Belum Tersertifikasi, Ini Harapan MUI Jateng

Sementara, Ketua Paguyuban Petani Bawang Merah Kendal, Syamsudin menyampaikan dengan adanya cold storage ini nantinya akan sangat membantu para petani bawang merah di Kabupaten Kendal.

"Ini nantinya sangat membantu kami petani bawang merah. Cold storage ini bisa menampung hasil panen kami disaat harganya kurang bagus atau sangat rendah karena kalau kita paksakan dijual kan kita akan merugi banyak," tuturnya.

Menurutnya dengan disimpan di cold storage lebih efektif dan menguntungkan dari pada dijual langsung saat harga bawang merah tengah anjlok.

"Kalau disimpan dua atau sampai empat bulan dengan biaya di cold storage itu selisihnya sangat tinggi. Sehingga sangat membantu saat harga bagus untuk kita jual," imbuhnya.

Baca juga: Polres Kendal Sigap Tangani Konflik PKL dan Oknum Keamanan di KIK

Syamsudin berharap kedepan bantuan cold storage dari Kementerian Pertanian bisa ditambah lagi sehingga dapat menampung lebih banyak hasil panen petani bawang merah di Kendal.

""Ini fasilitasnya baru menampung 18 ton, nanti kita minta agar Champion bisa upayakan lagi untuk ditambah. Karena ini satu-satunya cold storage di Kendal," harapnya.(Anik)

Berita Terkini