100 Hari Kerja Agustina-Iswar, Disperkim Sebut Rehabilitasi RTLH hingga Infrastruktur

Jumat, 30 Mei 2025 21:25
Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pada 100 hari kerja Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sejumlah program di Dinas Perumahan dan Permukiman atau Disperkim Kota Semarang telah berhasil dijalankan.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo menerangkan jika Pemkot Semarang telah melaksanakan berbagai program terkait perumahan, permukiman hingga infrastruktur. Di samping itu, Pemkot Semarang juga menyediakan berbagai bantuan rumah baru dan perbaikan rumah bagi masyarakat yang kurang mampu. 

Baca juga: Tugu Biawak, Magnet Wisata Baru di Wonosobo yang Lagi Viral

Bantuan ini mencakup program seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sama sekali. 

"Ada program pembangunan Rumah Baru, tahun 2025 ini baru 10 rumah. Tapi kami sudah ajukan di Anggaran Perubahan, kemungkinan oleh bu Wali akan tambah 10 rumah baru lagi," kata Yudi saat ditemui di kantornya Kamis 29 Mei 2025.

Untuk mendapatkan program Rumah Baru, lanjut Yudi, syaratnya harus masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), belum memiliki rumah, dan merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Untuk program rumah baru, warga yang masuk dalam DTKS tetapi tidak punya rumah maka bisa mengajukan rumah. Kami akan cek dan upayakan bantu. Cuma nilainya terbatas hanya Rp 40 juta. Misal mereka punya uang dan ingin menambahi, bisa," imbuh Yudi.

Pembangunan 10 rumah baru tersebut akan menyasar pada beberapa titik wilayah, seperti di wilayah kecamatan Gunungpati, Mijen dan Genuk. "Kebanyakan yang tanah di Gunungpati, Mijen dan Genuk. Kalau di kota-kota kan mahal. Ini sangat terbatas," ujarnya.

Penghuni Rusun

Program pembangunan Rumah Baru ini, nantinya akan menyasar ke penghuni-penghuni Rumah Susun (Rusun) namun memiliki lahan dan ingin membangun rumah.

"Ke depannya kami akan mengalokasikan pada penghuni Rusun. Agar penghuni Rusun bisa keluar dan menempati rumah barunya. Selanjutnya akan ada yang masuk ke Rusun. Karena memang selalu penuh terus," jelas dia.

Baca juga: Polisi Tetapkan 4 Pelaku Tawuran Maut di Bandarharjo Semarang sebagai Tersangka

Tak hanya itu, ada pula program perbaikan RTLH. Program ini bertujuan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, dengan bantuan material dan tenaga kerja. 

"RTLH tahun ini kami intervensi sekitar 560-an rumah. Di 100 hari kepemimpinan Agustina-Iswar, sudah ada 70 unit hunian RTLH yang sudah kami bantu," imbuhnya.

Pihaknya memastikan akan segera menyelesaikan program RTLH secara serentak dengan sistem swakelola. Masyarakat bisa melaksanakan pembangunan rehab langsung menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas).

Untuk pembangunan infrastruktur, ada beberapa intervensi yang telah dilakukan Disperkim, seperti pembangunan saluran (drainase), pavingisasi, pengaspalan, hingga pembangunan talud. (Aji)

Berita Terkini