DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Tradisi jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga, dilaksanakan Kasepuhan Kadilangu, Jumat 6 Juni 2025.
Usai menyucikan dua pusaka peninggalan penasihat Sultan Fatah tersebut, acara dilanjutkan penyerahan piagam rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri), kategori peserta kirab budaya berbusana prajurit terbanyak.
Rekor Muri tersebut adalah yang keenam dalam empat tahun terakhir. Jamasan pusaka ini dicatat Muri karena memecahkan rekor jumlah peserta kirab 594 orang, lebih banyak dari target semula l, yakni 522 prajurit sesuai usia Hari Jadi Kabupaten Demak pada 2025 ini.
Baca juga: Polres Kendal Sembelih Lima Sapi dan 15 Kambing, Semua Dinyatakan Sehat Tanpa Cacing Hati
Sementara itu, sama halnya tahun-tahun sebelumnya, jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga diawali pemberangkatan minyak jamas dari Kabupaten Demak yang dibawa oleh Lurah Bintoro, serta dikawal prajurit patang puluhan.
Diikuti iring-iringan kereta kencana Plh Bupati Demak KH Muhammad Badruddin MPd dan istri. Serta suami Bupati Demak dr Hj Eisti'anah, yakni dr Muh Zaky Ma'ardi dan kedua putra-putrinya. Disusul kemudian kereta-kereta hias yang ditumpangi pejabat Forkompimda, pimpinan DPRD, dan para kepala OPD.
Ribuan massa terlihat memadati sepanjang rute perjalanan iring-iringan kereta kencana Plh Bupati Badruddin dan jajarannya. Mulai dari pendapa Satya Bhakti Praja, menuju Kadilangu. Mereka sangat antusias menyaksikan aneka kesenian tradisional, seperti jaranan dan pencak silat yang tutut tampil di barisan paling belakang.
Sesampainya di kompleks makam Sunan Kalijaga, rombongan dari kabupaten disambut perwakilan keluarga besar Kasepuhan Kadilangu. Tak lama kemudian Sesepuh Trah Kadilangu HR Muhammad Iman Cahya Santosa tiba di lokasi jamasan, yakni depan cungkup makam Sunan Kalijaga.
Baca juga: Lestarikan Alam, Kemenag Rembang Luncurkan Program Melati
Setelah pembacaan tahlil, prosesi jamasan pun dimulai. Satu per satu tetamu yang telah ditunjuk, termasuk Plh Bupati Badruddin dan dr Muh Zaky Ma'ardi masuk ke dalam ruang jamasan bersama Sesepuh Kadilangu HR Muhammad Imam Cahya Santosa.
Piagam Muri
Usai prosesi jamasan lebih kurang 30 menit, acara dilanjutkan penyerahan piagam Muri dari petugas museum kepada dr Zaky Ma'ardi. Kehadirannya mewakili Bupati Eisti'anah, yang disebut pihak Muri konsisten menggali potensi budaya dalam tradisi Grebeg Besar Demak, sehingga mendunia.
Mengenai tradisi Grebeg Besar Demak, Plh Bupati Badruddin mengungkapkan, Pemkab Demak sangat mendukung setiap upaya pelestarian budaya warisan leluhur.
"Alhamdulillah Kabupaten Demak memiliki warisan budaya yang memiliki nilai historis sangat tinggi. Sehingga atas nama pemda, kami mengajak semua kalangan turut nguri-uri hingga bisa dikenal generasi mendatang," ungkapnya.
Baca juga: Pemprov Jateng Bagikan 547.590 Hewan Kurban, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi ke MAJT
Termasuk kaitannya rekor Muri yang diraih, diberikan apresiasi karena diyakini dapat turut mengungkit sektor pariwisata di Kabupaten Demak. Tak hanya di kancah nasional, namun juga internasional. Terlebih enam rekor yang dicatatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Demak selama empat tahun berturut-turut terkategori rekor dunia. (Jati)