✕

Berbagi Kebahagiaan, UPZ MAJT Santuni 100 Anak Yatim dan Beri Modal untuk PKL Binaan

Minggu, 20 Juli 2025 19:22
Kegiatan UPZ MAJT saat menyantuni anak yatim dan beri modal bagi pelaku usaha kecil di di Masjid Jami’ Al Muttaqin Bangetayu

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Unit Pengumpul Zakat Masjid Agung Jawa Tengah (UPZ MAJT) menggelar santunan Yatama (anak yatim dan piatu) di Masjid Jami’ Al Muttaqin, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keceriaan bagi seratus anak penerima manfaat, tetapi juga menegaskan komitmen UPZ MAJT dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui program dana bergulir untuk pelaku usaha kecil binaan.

Baca juga: Dilaporkan Hilang, Wanita Pencari Kayu Bakar di Banjarnegara Ditemukan Meninggal

Ketua UPZ MAJT, Dr KH Wahab Zaenuri, mengatakan santunan kali ini menjangkau 100 anak yatim/piatu dari tujuh wilayah, yaitu Bangetayu (18 anak), Sambirejo (7), Tlogosari (20), Genuk (20), Papandayan (15), Banyumanik (10), dan Pedurungan (10).

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di Masjid Al Muttaqin, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang.

Masing-masing anak menerima paket perlengkapan sekolah, uang saku, dan dukungan lainnya untuk meringankan beban kebutuhan pendidikan.

“Kami ingin anak-anak yatim merasa bahagia di Bulan Muharram sering disebut ‘lebarannya Yatama’, bukan sedih. Inilah bentuk kepedulian kita bersama,” ujar Kiai Wahab, Jumat 18 Juli 2025.

Bergiliran

Menurut Kiai Wahab, santunan anak yatim merupakan agenda rutin UPZ MAJT setiap Muharram. Polanya bergiliran dari masjid ke masjid dan juga ke lembaga/panti asuhan, agar lebih banyak penerima yang terjangkau.

Ia mengajak kaum aghniya (muzakki mampu) memperkuat dukungan dana zakat, infak, dan sedekah.
“Semakin banyak yang tergerak, semakin luas anak-anak yang bisa kita ringankan bebannya,” katanya.
Selain santunan, rangkaian Harlah ke-20 juga diisi program pemberdayaan ekonomi berupa dana bergulir bagi mitra binaan UPZ MAJT. Tahap awal telah disalurkan kepada pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Tlogosari, berikutnya menyusul Genuk dan Pedurungan.

"Total ada sekitar 56 PKL binaan yang akan menerima dukungan modal produktif secara bertahap," imbuhnya.

Baca juga: Dialog Ilmiah Prodi MH USM Diikuti Mahasiswa dari Luar Negeri

Program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil meningkatkan perputaran ekonomi keluarga sekaligus memperkuat basis muzaki di masa depan. Ketua Takmir Masjid Jami’ Al Muttaqin Bangetayu Wetan, KH Adib Fathoni, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya masjidnya sebagai tuan rumah penyaluran santunan.


Ia berharap anak-anak penerima manfaat termotivasi untuk bangkit, belajar sungguh-sungguh, dan meneruskan cita-cita orang tua mereka yang telah wafat.

Muharam kerap menjadi momentum umat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim. Program seperti yang dilakukan UPZ MAJT menunjukkan sinergi zakat untuk pemberdayaan umat dan usaha produktif bagi keluarga ekonomi kecil. (Aji)

Berita Terkini