Semakin Banyak Warga Dukung 4 Desa Lamsel Gabung ke Bandarlampung

Senin, 4 Agustus 2025 18:20
Helmi, Arif Gunawan, Arisandi HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Banyak warga yang merespon positif munculnya gagasan empat desa di Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan masuk Kota Bandarlampung. Mereka antara lain salah seorang tokoh setempat: Arif Gunawan.

Menurut Panglima DPW Gema Masyarakat Lokal (GML) Arif Gunawan, gagasan tersebut sudah puluhan tahun jadi keinginan warga keempat desa Kabupaten Lampung Selatan yang lebih dekat dengan Kota Bandarlampung.

Baca juga: Wacana 4 Desa Lamsel Gabung Bandarlampung Disambut Antusias Warga

"Wacana ini mudah-mudahan bisa menjadi kenyataan, karena warga sudah lama mengidam-idamkan wilayahnya bisa masuk ke Kota Bandarlampung," ujar Bang Gun, panggilannya kepada Helo Indonesia, Senin (4/8/2025).

Empat desa yang dimaksud yakni Desa Wayhuwi, Jatimulyo, Kota Baru, dan Sabah Balau. Saat ini, Wayhuwi dan Jatimulyo berada dalam wilayah Kecamatan Jati Agung, sementara Kota Baru dan Sabah Balau masuk Kecamatan Tanjungbintang.

Menurut Bang Gun, secara administratif masyarakat sangat terbantu lebih efesien kalau mengurus surat-surat, tidak lagi harus ke Kalianda. Selling itu, secara faktual kebanyakan warga perbatasan masih ber-KTP Kota Bandarlampung. 

"Kami sangat gembira mendengar kabar ini, semoga para pihak kompeten, terutama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal alias Iyay Mirza bisa mendengar hati nurani warga keempat desa, mudah-mudahan jadi kenyataan," katanya.

Lainnya, Arisandi, salah satu tokoh pemuda Desa Wayhuwi, banyak warga yang masih mempertahankan alamat KTP Kota Bandarlampung walau sudah bermukim di keempat desa. "Mereka tidak mau pindah alamat," ujarnya.

Sukarjo, warga Jatimulyo, menyambut gembira atas munculnya wacana desanya masuk ke Kota Bandarlampung. " Kalau mau ngurus malah lebih dekat, gak jauh," pungkasnya.

"Setuju banget. Saya punya aset di Sabah Balau, Kecamatan Tanjungbintang, yang lebih dekat dengan Kecamatan Sukarame, Bandarlampung," Kara Helmi Fauzi, penggiat sosial. 

Kata dia, banyak kawasan perumahan dan pertokoan di wilayah Sabau Balau ini. 'Kalau masuk ke wilayah Kota Bandarlampung, kami warga lebih mudah akses ke kelurahan, rumah sakit, sekolah. Tidak perlu jauh-jauh ke Kalianda,” ujarnya.

Wacana ini juga mencerminkan tren urbanisasi dan pergeseran fungsi kawasan dari agraris menjadi permukiman dan komersial. Ke depan, jika rencana ini benar-benar terwujud, Kota Bandarlampung diproyeksikan akan mengalami pertambahan luas wilayah dan jumlah penduduk yang signifikan, sehingga perlu kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait wacana ini. Namun sejumlah kalangan menilai, ini bisa menjadi momentum pembenahan tata kelola wilayah berbasis konektivitas dan kebutuhan masyarakat. (Hajim)

Berita Terkini