LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ------ Truk over dimension/overloading (ODOL) batu bara kembali menelan korban. Kali ini, ban serep truk jatuh menghajar mobil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Aprohan Saputra, M.Pd. bersama keluarga besarnya.
Akibatnya, mobil sang jurnalis langsung mati mesin akibatnya roda truk warna hijau BE 8773 AUB milik PT Bintang Trans Kurniawan.menghantam bagian depan kendaraan hingga merusak mesin mobil Suzuki X-Over.
Kejadian tersebut terjadi di dekat SDN 1 Gunung Katun, Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kampung Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Rabu (25/6/2025), pukul 11.30 WIB.
Setelah banyak mengalah dari tuntutan sparepart asli namun diganti dari copotan dll, tak sampai di situ musibah yang dialaminya, dia kemudian merasa "dipimpong" dan "dikerjai" oleh perusahaan dalam proses perbaikan kendaraannya hingga saat ini, Kamis (7/8/2025).
Waktu dicek ke bengkel, perbaikan kendaraan jauh dari sempurna: body depan tidak senter, fog lamp (kiri-kanan) tidak hidup dan oblak (goyang), suara mesin kasar dan cepat panas, sambungan bamper dan tutup kap tidak rapi, renggang, dan tidak rekat, dibagian bawah bamper tidak tersambung dan ada yang pecah, serta klakson diganti tidak standar.
Tak sampai di situ musibah yang dialaminya, dia kemudian merasa "dipimpong" dan "dikerjai" oleh perusahaan dalam proses perbaikan kendaraannya hingga saat ini, Kamis (7/8/2025). Pimpinan perusahaan menolak bertemu Aprohan.
Alih-alih bertanggung jawab mengembalikan kendaraan seperti semula, Aprohan diminta menghadap kesana-kemari dan tak kunjung bisa bertemu bos perusahaan Koh Halim sebelum dirinya menandatangani surat perdamaian sepihak.
Akhirnya, pada 30 Juli 2025, korban Aprohan didampingi kuasa hukum Ridho Juansyah & Rekan secara resmi melalui petugas piket SPKT Polda Lampung dan melapor secara langsung ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Waykanan.
Ketika peristiwa tersebut, Aprohan Saputra bersama keluarga -- satu anak, istri, ibu mertua, beserta kedua keponakannya -- hendak menuju kampung halaman di Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel. (HBM)