TPI Jomblom Margorejo Kendal Sepi Lantaran Akses Jalan Rusak

Jumat, 3 Oktober 2025 17:03
Bupati Dyah Kartika Permanasari saat meninjau Tempat Pelangan Ikan Jomblom Desa Margorejo. Foto: Anik

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Usai kegiatan Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Bupati Dyah Kartika Permanasari langsung meninjau Tempat Pelangan Ikan (TPI) Jomblom Desa Margorejo, Jumat 3 Oktober 2025.

TPI Jomblom yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2023 silam ini belum pernah dipergunakan untuk tempat pelelangan ikan lantaran para pembeli ikan enggan mendatangi TPI tersebut karena akses jalannya yang rusak.

Baca juga: Petinju Jateng Bawa Pulang 3 Perak dan 1 Perunggu di Turnamen Piala Panglima TNI

Kepala Desa Margorejo, Suyoto menyampaikan, TPI Jomblom ini menjadi satu-satunya TPI yang diharapkan para nelayan dapat menjadi tempat transaksi jual beli hasil tangkapan mereka.

"Ini bukan terbengkalai, tetapi belum digunakan untuk lelang. Kalau bongkar muat hasil tangkapannya masih disini. Karena terkendala akses jalan, apalagi kalau hujan aksesnya lebih susah lagi," ujar Suyoto yang juga Ketua Paguyuban Kades Bahurekso Kendal.

Perbaikan Jalan

Suyoto berharap, Pemerintah Kabupaten dapat memprioritaskan usulan perbaikan jalan tersebut agar para nelayan tidak lagi kesusahan saat menjual hasil tangkapannya.

"Sejak dibangun belum digunakan untuk pelelangan ikan. Mudah-mudahan dengan kedatangan ibu bupati ini bisa segera dicatat dan direalisasi," harapnya.

Baca juga: Agenda InspiraTI Himmatisi USM Sukses Tumbuhkan Inspirasi dan Kreativitas

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau TPI Jomblom menerangkan, rusaknya akses jalan tersebut membuat transaksi jual beli di TPI menjadi sepi sehingga para nelayan terpaksa membawa dan menjual ikan-ikan mereka ke kampung.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya menindaklajuti keluhan para nelayan untuk segera memperbaiki akses jalan ke TPI Jomblom agar dapat mendukung perekonomian para nelayan sekitar.

"Ini sudah masuk ke Renja (Rencana Kerja) daerah tahun 2026. Kalau yang sambungan sana kita ajukan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Ya nanti kita kroscek lagi semoga turun," pungkasnya.(Anik)

Berita Terkini