LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Dua mahasiswi MIPA Universitas Lampung (Unila) yang terbawa banjir bandang dari kawasan wisata Wira Garden telah ditemukan di sekitar Pulau Pasaran, Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur Kota Bandarlampung, Kamis (2/4/2026), pukul 11.15 WIB.
Camat Telukbetung Timur Bambang mengatakan satu jenazah posisi tengkurap yang bernama Bunga Rosana (22) ditemukan nelayan di bawah kapal yang sedang diperbaikinya. Korban lainnya Fatmawati (22) ditemukan sekitar 20 meter dari penemuan jenazah sebelumnya dengan titik koordinat di 5°27’43.290″S – 105°15’53.107″E dan
Bunga dan Fatmawati sempat foto bersama di bebatuan sebelum datang air bah yang menewaskan keduanya hingga terseret 5,3 km ke perairan Pulau Pasaran
Kedua korban langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan dari lokasi penemuan yang berjarak 5,3 kilometer dari tempat awal terbawa arus banjir bandang di kawasan wisata Wira Garden, Kecamatan Telukbetung Utara.
Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi kedua jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Jl. Pramuka, Kecamatan Rajabasa. Keluarga korban dan teman-temannya PMII ikut mengawal evakuasi korban. Mereka juga memanjatkan doa kemarin malam.
Kedua kedua korban terbawa arus sungai yang besar ketika sedang bermain bersama dua rekannya di tempat wisata tersebut. Kedua temannya yang selamat adalah Rika Yolanda dan Damayanti.
Kedua korban sempat memvideokan Yolanda dan Damayanti ketika menyelamatkan diri ke tiang jembatan di tengah sungai. Takdir berkehendak lain, Bunga dan Fatmawati malah yang diterjang banjir bandang dari bebatuan sungai yang hilirnya dari pegunungan Wan Abdurahman, Kabupaten Pesawaran.
Fatmawati warga Indraloka Jaya SP. Asahan, Kecamatan Waykenanga, Tulangbawang Barat. Sementara Bunga Rosana merupakan warga Kelurahan Hadi Mulyo, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.
Operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang.
Penyisiran dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bandarlampung, Damkarmat, Polresta Bandarlampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) dan masyarakat setempat. (Hajim)