SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmen dalam pengabdian masyarakat. Sebanyak 182 mahasiswa resmi dilepas oleh Rektor USM, Dr Supari ST MT, untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VI.
Seremoni pelepasan yang berlangsung di Gedung Ir Widjatmoko USM pada Rabu, 22 April 2026 ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan mobilisasi agen perubahan ke jantung Kota Semarang.
Kegiatan dihadiri antara lain, Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT.
Selanjutnya Kabid Penelitian LPPM USM Dr Rohmini Indah Lestari, Kabid Pengabdian LPPM USM Dr Kukuh Sudarmanto SSos SH MH MM, Kabid Publikasi dan HAKI Dr Zaenal Arifin SH MKn dan sejumlah dekan.
Baca juga: Hasil Proliga 2026: Menang Tipis 3-2 atas Electric PLN di Leg 2, Popsivo Polwan Juara Ketiga
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, menyikapi kondisi global saat ini yang memberikan pengaruh kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut melalui pengabdian kepada masyarakat.
''Kami berharap, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan di bangku kuliah, berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata untuk memecahkan berbagai permasalahan di lapangan,'' katanya.
Dia menambahkan, KKN merupakan laboratorium pembelajaran kehidupan di tengah-tengah masyarakat. KKN bukan hanya sekadar program akademik, tetapi juga wujud nyata dari Tri Darma Perguruan Tinggi.
Di lapangan, mahasiswa USM akan berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, adat istiadat, dan kebiasaan yang beragam. Hormati dan hargai perbedaan tersebut. Mahasiswa USM harus menjadi bagian dari masyarakat setempat dengan penuh rasa empati dan toleransi.
Kegiatan KKN memerlukan kerja sama yang baik antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah setempat, serta masyarakat. Komunikasi yang efektif, kolaboratif, dan sinergis perlu dibangun untuk mencapai tujuan program yang telah direncanakan.
Baca juga: Diakui Negara, 6 Budaya Semarang Resmi Jadi Warisan Tak Benda Nasional
''Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat. KKN menjadi ajang untuk mengaplikasikan ide-ide kreatif dan solusi yang berkelanjutan,'' ungkapnya.
Dua Kecamatan
Sementara itu, Ketua LPPM USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT mengatakan, para mahasiswa akan diterjunkan di Kecamatan Candisari dan Kecamatan Semarang Selatan. Di Kecamatan Candisari, mereka akan ditempatkan di Kelurahan Jomblang dan Tegalsari. Adapun di Kecamatan Semarang Selatan ditempatkan di Kelurahan Lamper Lor dan Peterongan.
''Pelaksanaan KKN Tematik VI ini selama dua bulan. KKN Tematik ini bisa dikonversi mata kuliah 9 - 10 SKS,'' tuturnya.
Menurutnya, selama terjun di masyarakat, para mahasiswa KKN Tematik nanti akan fokus membantu masyarakat dalam bidang ketahanan lingkungan, manajemen sampah dan mitigasi bencana. Selain itu juga mereka akan membantu dalam penguatan ekonomi kreatif melalui digitalisasi dan UMKM.
''Semua peserta KKN akan diasuransikan melalui BPJS Ketenagakerjaan, yaitu pada sektor bukan penerima upah. Yang dijamin antara lain,
jaminan kecelakaan dan jaminan kematian. Tentu saja, semoga tidak ada kejadian yang tidak diharapkan selama pelaksanaan KKN,'' ungkapnya. (Aji)