SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Membawa misi pemberdayaan ekonomi dari kampus ke desa, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (FE USM) terjun langsung mengasah jiwa kewirausahaan para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Kali Putih, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada 29 April 2026.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua Teti Susilowati SE MM, anggota Emy Susiatin SE MM, Miftakhul Fuadi SE MM, Wahyu Puspitasari SE MM, dan Rahma Prafintasari SE MSi.
Baca juga: Tinjau Puing Pasar Kanjengan, Ketua DP2K Minta Pedagang Kecil Diberi Tempat Sementara
Teti mengatakan, kegiatan yang diikuti 15 peserta itu bertujuan mengajak anggota Kelompok Wanita Tani untuk meningkatkan pengelolaan usaha mereka. Selama ini usaha mereka dalam pembuatan kopi bubuk, aneka criping, tanam sayuran dan lain-lainnya, semakin menurun.
''Kami memberikan materi tentang pemanfatan komoditas yang menonjol di daerah tersebut, yaitu ketela pohon / singkong yang diolah dengan berbagai inovasi olahan. Bahan komoditas tersebut bernilai ekonomi yang tinggi, sehingga menambah pendapatan keluarga, pemasaran dan pengelolaan keuangan,'' katanya.
Teti menambahkan, ada beberapa hal perlu diperhatikan dalam mempertahankan usaha, antara lain fokus pada kualitas produk, mempertahankan pelanggan, inovasi produk dengan melakukan kreativitas agar produk tidak membosankan dan sesuai dengan tren.
Selain itu juga adaptasi dengan teknologi bisnis, seperti menggunakan sistem platform e-commerce, pengelolaan keuangan yang baik melalui pembukuan sehingga bisa diketahui arus kas (cashflow), pemasaran melalui media sosial/marketplace untuk memperluas jangkauan pasar, konsistensi dengan pengelolaan yang baik, dan melakukan evaluasi secara berkala.
''Ciri-ciri dari wirausahawan itu dapat meliputi kreatif, niat yang kuat, memiliki semangat yang tinggi, jiwa leadership yang bagus, serta komitmen yang tinggi,'' imbuhnya.
Hal senada dikatakan Emy Susiatin. Menurutnya, konsep dasar dari wirausaha meliputi kelincahan, tahan banting, kecepatan, kelenturan, dan kekuatan.
Baca juga: Mandat Khusus Purnomo Yusgiantoro di Tanah Kelahiran: IKAL Jateng Jadi Pionir Nasional
Hal tersebut juga mempengaruhi tujuan dari kewirausahaan itu sendiri dalam meraih keuntungan, membuka lapangan kerja, dan memotivasi orang lain.
''Dalam berwirausaha, perlu adanya catat mencatat/pembukuan, pengelolaan keuangan usaha, sehingga akan terlihat bagaimana perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Pada intinya keuangan usaha harus terpisah dengan keuangan rumah tangga, dan harus tertib tercatat dalam pembukuan kas, buku penjualan, pembelian bahan, persediaan,'' ujarnya.
Wahyu menambahkan, sudah saatnya pendapatan keluarga tidak hanya menggantungkan satu sumber saja dari bapak, tetapi harus ada alternatif lain dalam rangka mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya PHK.
''Kami berharap, dengan kegiatan ini ibu-ibu semakin menyadari perlunya melakukan pengelolaan usaha yang baik dan konsisten,'' ungkapnya.
Rahma menambahkan, pemasaran adalah hal yang sangat penting dalam usaha, agar produk dikenal oleh calon pembeli, dengan pemasaran secara online bisa menjangkau konsumen secara luas, dengan biaya yang murah. Penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook untuk konten visual, pendaftaran di marketplace (Shopee, Tokopedia), iklan berbayar (FB Ads, Google Ads), kolaborasi dengan influencer, serta pemasaran melalui WhatsApp Business.
Baca juga: Agustina Luncurkan Aplikasi SDGs, Solusi Terpadu Kependudukan dan Transportasi
''Adapun pemasaran yang secara langsung bisa dimulai dari penjualan di sekolah-sekolah, warung-warung, pada saat ada peringatan-peringatan tertentu dan tempat-tempat keramaian,'' tuturnya.
Sementara itu, Fuady mengatakan, produk yang dihasilkan perlu juga adanya brand yang dapat menjadikan masyarakat langsung mengerti akan brand salah satunya logo usaha dari produk tersebut yang di tawarkan di kalangan masyarakat.
''Di era sekarang yang serba digital ini, pemasaran bukan lagi sekadar soal menjual produk, tetapi tentang membangun hubungan atau relasi dengan mitra, mempertahankan pelanggan dan menciptakan nilai,'' jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan internet dengan penggunaan gadget sebagai alat marketing, dapat membantu lebih cepat dalam melakukan jangkauan pemasaran yang lebih luas, cepat dan biaya yang murah dibandingkan dengan pemasaran secara langsung.
Tujuan utama marketing adalah untuk meningkatkan penjualan dan mendapatkan keuntungan.
''Pada awalnya dimulai melalui obrolan dari mulut ke mulut hingga pentingnya digital marketing pada era sekarang, contohnya dengan menggunakan aplikasi, melalui media sosial untuk memudahkan luasnya jangkauan pemasaran dalam menjalankan usaha,'' tandasnya. (Aji)