Tinjau Puing Pasar Kanjengan, Ketua DP2K Minta Pedagang Kecil Diberi Tempat Sementara

Senin, 4 Mei 2026 18:59
Ketua DP2K Semarang Prof Sudharto didampingi Sekretaris II Adi Ekopriyono saat meninjau Pasar Kanjengan yang terbakar

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Puing-puing hitam masih menyelimuti kompleks Pasar Kanjengan, Kota Semarang, pasca-kebakaran hebat yang melanda Rabu (29/4) malam lalu. Di tengah kepulan duka para pedagang, Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Prof Sudharto P Hadi, MES PhD, hadir di tengah bekas reruntuhan untuk meninjau kondisi lapangan pada Sabtu 2 Mei 2026.

Prof Sudharto yang didampingi Sekretaris II DP2K, Dr Adi Ekopriyono MSi, terlihat serius saat berdialog dengan para pedagang yang tengah mengais sisa-sisa harta yang bisa dimanfaatkan di antara abu.

Baca juga: Agustina Luncurkan Aplikasi SDGs, Solusi Terpadu Kependudukan dan Transportasi

Selain menjabat ketua DP2K, Prof Sudharto adalah Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (YAU) penyelenggara Universitas Semarang (USM).

Adapun Adi Ekopriyono adalah juga Direktur Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC - Language and Culture Center).

Diberitakan media sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Kanjengan yang berada di belakang kompleks Pasar Johar, Semarang, Rabu (29/4) malam. Insiden itu menghanguskan ratusan kios dan memicu kepanikan di kawasan sekitar.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar, berdampak pada ratusan pedagang dan puluhan bangunan toko. Pemerintah Kota Semarang menyebut nilai kerusakan sementara masih terus dihitung. Data awal menunjukkan sekitar 220 pedagang kaki lima terdampak dalam kebakaran tersebut.

Baca juga: Aksi Gus Yasin Terbang Udara, Paralayang Curug Sewu Jadi Magnet Baru Wisata Syariah

Menurut seorang pedagang, kompleks yang terbakar adalah kios-kios yang dulu menjadi tempat berjualan buah-buahan. Saat ini, yang dijual di tempat itu tidak lagi buah-buahan, tetapi barang-barang kelontong dan beberapa barang kebutuhan lain.

Tempat Sementara

Sudharto menyatakan, dalam situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, pasar Kanjengan yang dihuni pedagang kecil terbakar. Mereka kehilangan tempat berjualan yang menjadi gantungan hidup keluarga.

’’Semoga para pedagang kecil itu mendapat perhatian dengan disediakan tempat berjualan sementara. Diharapkan, ketika tempat yang kebakaran itu dibangun, mereka mendapat prioritas untuk menempati,’’ katanya.

Baca juga: Mandat Khusus Purnomo Yusgiantoro di Tanah Kelahiran: IKAL Jateng Jadi Pionir Nasional

Adi Eko menambahkan, peninjauan dilakukan sebagai langkah kepedulian DP2K dalam memahami dinamika pembangunan kota. Hasilnya dapat menjadi pertimbangan dalam memberikan masukan dan saran kepada wali kota.

''DP2K sebagai mitra pemerintah kota dalam hal pembangunan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kami memberikan masukan dan saran, baik diminta maupun tidak diminta,'' katanya. (Aji)

Berita Terkini