Dinkes Bandarlampung Soroti Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Massal Siswa

Selasa, 12 Mei 2026 15:11
Kepala Dinas Kesehatan Muhtadi Arsyad Temenggung.( Foto Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menyoroti pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah beberapa kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di sejumlah wilayah seperti Sukabumi, Kemiling, dan Tanjungkarang Pusat, Bumi Waras.

Kepala Dinas Kesehatan Muhtadi Arsyad Temenggung menyampaikan bahwa
Seluruh kepala puskesmas telah diperintahkan melakukan pengawasan rutin melalui tenaga sanitarian.

" Pemeriksaan dilakukan lewat Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMBG).Aspek yang diperiksa meliputi, kelayakan dapur,
sanitasi,ketersediaan air bersih,
higiene makanan,kepatuhan SOP keamanan pangan," tuturnya.

Menurutnya,masih ada beberapa pengelola yang belum memenuhi standar wajib melakukan perbaikan sebelum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

" Untuk memiliki sertifikasi SPPG itu harus melibatkan dinas terkait seperti DPMPTSP Kota Bandarlampung, sementara verifikasi administrasi harus ke Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan," terangnya.

Muhtadi menekankan bahwa izin atau sertifikat saja tidak cukup disiplin menjalankan SOP, yang menjadi faktor paling penting untuk mencegah keracunan makanan.

" Badan Gizi Nasional (BGN)⁠ disebut telah memberikan sanksi penghentian sementara operasional bagi pengelola yang lalai," jelas Muhtadi.

" Kami akan evaluasi dari kasus ini adalah bahwa keamanan pangan dalam program MBG tidak hanya bergantung pada fasilitas dan izin, tetapi juga pada pengawasan harian, kedisiplinan petugas, dan kepemimpinan pengelola dapur," tandasnya.( Hajim).

Berita Terkini