Target Agresif 2027: Jateng Bidik Ledakan Ekonomi Syariah dari Sektor Wisata

Selasa, 19 Mei 2026 06:46
Gubernur Ahmad Luthfi saat memimpin Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Banjarnegara

BANJARNEGARA, HELOINDONESIA.COM - Setelah sukses memperkuat fondasi infrastruktur pada 2025 dan menggeber swasembada pangan di sepanjang 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini memasang target baru yang lebih agresif.

Sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah resmi dibidik untuk menjadi "lokomotif baru" yang akan meledakkan pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2027.

Baca juga: Genjot Sport Science, Dispora Jateng Gembleng Pelatih Fisik Demi Rajai Cabor Terukur

Komitmen besar ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memimpin Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin 18 Mei 2026. Forum strategis ini sengaja digelar untuk menyatukan frekuensi dan mengintegrasikan peta jalan (roadmap) pembangunan antara pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Infrastruktur sudah dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Gubernur Luthfi.

Acara tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho, serta para kepala daerah dari Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

Menurut Luthfi, integrasi peta jalan pembangunan itu merupakan tindak lanjut hasil Musrenbang tingkat provinsi yang telah selesai beberapa waktu lalu. Ia menilai usulan daerah masih minim yang mengarah pada pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan, padahal potensi di masing-masing wilayah sangat besar.

“Ajuan yang masuk ke provinsi belum banyak yang mengarah pada ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan. Padahal potensi daerah kita luar biasa,” ujarnya.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan sektor pariwisata tumbuh signifikan sebesar 10,60 persen pada 2025. Kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus meningkat, dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen pada 2025.

Melonjak

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan melonjak dari 46,6 juta orang pada 2022 menjadi 74,4 juta orang pada 2025 atau naik hampir 60 persen. Jawa Tengah kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, hingga wisatawan mancanegara.

“Pariwisata Jawa Tengah saat ini sudah menempati peringkat pertama dalam kunjungan wisata. Ini harus ditangkap sebagai peluang,” tegas Luthfi.

Baca juga: Pimpin Muaythai Jateng, Yohan Mulia Legowo Diminta Matangkan Persiapan Porprov

Ia menambahkan, pengakuan dunia internasional terhadap budaya Jawa Tengah, termasuk pengakuan UNESCO dan pengembangan Kota Batik di Pekalongan, menjadi modal besar untuk memperkuat sektor wisata berbasis budaya dan wisata ramah muslim.

Wilayah Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata alam, agro, budaya, hingga desa wisata. Namun, menurut Luthfi, pemetaan potensi masih perlu diperkuat agar seluruh destinasi dapat tergarap optimal.

“Tahun 2027 kita sudah bisa take off. Ini akan kita dorong bersama,” katanya.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, siap menyelaraskan program daerah dengan arah pembangunan Pemprov Jateng. Salah satu fokus yang akan digarap adalah pengembangan destinasi wisata zona dua yang selama ini belum banyak tersentuh.

“Desa wisata menjadi magnet pertumbuhan ekonomi Banjarnegara. Potensi zona dua juga sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Baca juga: PASPASAN Semarang Resmi Terbentuk, Siap Lestarikan Sepeda Antik dan Budaya Ngonthel

Hal senada disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. Dijelaskan, Cilacap memiliki 19 desa wisata mandiri yang terus berkembang. Selain itu, kata dia, Pemkab Cilacap juga akan menata ulang sejumlah destinasi unggulan seperti Teluk Penyu dan Benteng Pendem agar menjadi kawasan wisata berkelanjutan.

“Kami juga akan mendorong pengembangan wisata syariah dan ekonomi syariah di Cilacap,” katanya. (Aji)

Berita Terkini