LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Lebaran Idul Adha seharusnya menjadi hari penuh syukur dan kebersamaan. Namun bagi keluarga yang menghuni lima bedeng, hari kebahagiaan itu berubah menjadi kepanikan ketika api melalap tempat tinggal mereka.
Saat sebagian warga masih menikmati suasana Idul Adha 1447 Hijriah, kebakaran melanda bedeng lima pintu di Jalan Ikan Paus, RT 13, Lingkungan I, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, Rabu (27/5/2026).
Kobaran api memecah ketenangan di kawasan padat penduduk tersebut. Asap hitam membumbung tinggi, sementara warga berlarian menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Markas Komando (Mako) Damkarmat Tendean Kota Bandarlampung langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan pada pukul 09.46 WIB. Dengan response time dua menit, unit pertama dari Pos Siaga Teluk Betung Selatan tiba di lokasi pukul 09.49 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandarlampung, Anthony Irawan, mengatakan sebanyak sembilan unit mobil pemadam dan rescue diterjunkan untuk menjinakkan api.
“Sebanyak 37 personel dari Pleton C dikerahkan dalam penanganan kebakaran ini. Proses pemadaman selesai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menghabiskan kurang lebih 10 tangki air,” ujar Anthony.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Herlina, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian atap bedeng nomor 3 milik Ranta. Dalam hitungan menit, api dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdempetan.
“Diduga dari korsleting listrik di atap bedeng nomor 3. Api langsung membesar dan menyambar ke bedeng lainnya,” katanya. Meski begitu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Akibat peristiwa tersebut, lima unit bedeng terdampak dengan kerugian rata-rata ditaksir mencapai Rp25 juta per rumah. Bedeng nomor 1 milik Erwan mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok.
Bedeng nomor 2 milik Dewantoro mengalami kerusakan pada barang-barang berharga seperti surat penting, elektronik, dan perabot rumah tangga.
Sementara itu, bedeng nomor 3 milik Ranta menjadi titik awal kebakaran sekaligus mengalami kerusakan paling parah. Emas seberat 10 gram, uang tunai, televisi, hingga kulkas dilaporkan hangus terbakar.
Bedeng nomor 4 milik Indra Fauzi dan nomor 5 milik Wina juga mengalami kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik serta perabot rumah tangga. Api bahkan sempat menyambar loteng rumah milik Amin Supardi dengan kerugian ditaksir sekitar Rp500 ribu.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, suasana haru tak dapat disembunyikan para penghuni bedeng yang harus menerima kenyataan pahit di tengah hari raya. Di saat banyak keluarga berkumpul menikmati daging kurban dan suasana lebaran, mereka justru sibuk mengais sisa barang yang masih tersisa dari amukan api.
“Adapun unit yang dikerahkan meliputi Unit Karba Pos Siaga Teluk Betung Selatan, Unit Supply Pos Siaga Teluk Betung Utara, Unit Supply Mako Tendean, Unit Banteng Mako Tendean, Unit Supply Pos Siaga Langkapura, Unit Supply Pos Siaga Kedamaian, Unit Pick Up dan Alkon Mako Tendean, Unit Macan Mako Tendean, serta Unit Karba Pos Siaga Bumi Waras,” jelas Anthony Irawan. (Hajim)