Tolak Jadi Generasi Strawberry yang Rapuh, Anak-Anak Semarang Siap Jadi Pelopor Perubahan!

Senin, 22 Juni 2026 20:25
Para peserta dan nara sumber Bincang Offline Bocah Semarang yang mengupas Pelopor dan Pelapor berpose bersama

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Imej "Generasi Strawberry" yang sering diidentikkan dengan generasi muda yang rapuh dan mudah menyerah, dipatahkan langsung oleh ratusan pemimpin muda di Kota Semarang. Melalui ajang Bincang Offline Bocah Semarang (BOBS), anak-anak Semarang unjuk gigi siap menjadi motor penggerak perubahan yang tangguh.

"Saya mendorong generasi muda kita untuk aktif sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) yang berani bersuara demi kebaikan. Mari buktikan bahwa anak-anak Kota Semarang bukanlah generasi strawberry yang rapuh, melainkan generasi tangguh yang siap membawa perubahan positif," tegas Kepala DP3A Kota Semarang, Dr dr Eko Krisnarto SpKK, saat membuka kegiatan di Pendopo Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang, Sabtu 20 Juni 2026.

Baca juga: Rektor USM Bakar Semangat Mahasiswa di LKMM-TM 2026: Dari Sini Lahir Pemimpin Masa Depan

Acara yang diinisiasi oleh Forum Anak Kota Semarang (FASE) ini dihadiri oleh para jawara organisasi, yaitu perwakilan Ketua OSIS SMP se-Kota Semarang. Tidak main-main, forum ini menghadirkan tiga narasumber berbobot: Eko Krisnarto sendiri, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Jateng Bunda Isti Ilma Patriani, MPsi, serta Fasilitator Forum Anak, Maria de Lourdes EPM.

Koordinator sekaligus Penanggung Jawab BOBS, Diajeng Ayu Puspita, menjelaskan bahwa BOBS edisi Juni 2026 ini sengaja mengusung tema membara: "Suara Bocah Semarang untuk Wujudkan Indonesia Ramah Anak". Tema ini sengaja dipilih sebagai batu loncatan penting menuju Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

"Tujuan BOBS agar anak-anak di Kota Semarang paham isu anak terkini dan tahu cara menjadi Agen Perubahan. Bulan ini fokus pada suara anak karena akan ada penyusunan Suara Anak Indonesia (SAI) untuk HAN 2026. Kami ingin aspirasi bocah Semarang ikut andil memajukan kota dan Indonesia," ungkap gadis yang akrab disapa Ajeng tersebut.

Seru
Senada dengan Ajeng, Ketua Forum Anak Kota Semarang (FASE), Emir Luqman, membeberkan bahwa keseruan BOBS ini baru awal dari gerakan yang lebih besar. Aspirasi yang terjaring di acara ini nantinya akan digodok lebih dalam pada Konferensi Anak Kota Semarang, disusul rangkaian event keren lainnya menyambut Hari Anak Nasional.

Baca juga: Kejurnas Tenis Junior Piala Tugu Muda 2026 Dimulai, PP Pelti Tantang Peserta Ikuti Jejak Janice Tjen

Emir pun membakar semangat rekan-rekan sebayanya untuk tidak jadi penonton di kota sendiri.

"Mari bersama bergerak sebagai agen perubahan, berkontribusi membangun Kota Semarang Semakin Hebat melalui karya, prestasi, dan selalu menjaga kerukunan demi terwujudnya Kota Semarang sebagai Kota Ramah Anak," seru Emir optimistis. (Aji)

Berita Terkini